ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IHSG Melemah 1,1% dalam Seminggu Terakhir

Sabtu, 30 September 2023 | 07:46 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Ilustrasi IHSG
Ilustrasi IHSG (Beritasatu Photo/Uthan AR/B Universe Photo/Uthan Ar)

Jakarta, Beritasatu.com - Data perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tanggal 25 hingga 29 September 2023 mencatat penurunan 1,10%, mencapai 6.939,892 dari 7.016,844 pada penutupan pekan yang lalu.

Sementara itu, kapitalisasi pasar mengalami perubahan sebesar 0,99%, menjadi Rp 10.288 triliun, turun dari Rp 10.391 triliun pada pekan sebelumnya.

Pada sisi lain, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 762,97 miliar pada hari Jumat. Sejauh tahun 2023, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 5,24 triliun.

ADVERTISEMENT

Peningkatan rata-rata volume transaksi harian sebesar 41,89% menjadi 24,52 miliar lembar saham, dibandingkan dengan 17,28 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami kenaikan sebesar 7,20% menjadi Rp 11,69 triliun dari Rp10,91 triliun pada pekan sebelumnya. Adanya peningkatan ini mencerminkan aktivitas perdagangan yang semakin meningkat di BEI, menandakan minat yang tinggi dari investor.

Tidak hanya itu, rata-rata frekuensi transaksi harian di Bursa juga meningkat sebesar 3,96%, mencapai 1.204.385 kali transaksi, dibandingkan dengan 1.158.472 kali transaksi pada pekan sebelumnya.

BEI juga mencatat total emisi obligasi dan sukuk sepanjang tahun 2023 mencapai 79 emisi dari 53 emiten dengan total nilai mencapai Rp 89,09 triliun. Dengan pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI telah mencapai 524 emisi dari 126 emiten, dengan nilai outstanding mencapai Rp 446,77 triliun dan US$ 47,5 juta. Surat berharga negara (SBN) juga tercatat di BEI sebanyak 191 seri, dengan nilai nominal mencapai Rp 5.536,74 triliun dan US$ 486,11 juta. Efek beragun aset (EBA) juga mencatatkan prestasi dengan 9 emisi senilai Rp 3,07 triliun.

Tidak hanya itu, dalam upaya mendukung komitmen dekarbonisasi Indonesia, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, secara resmi meluncurkan Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) pada Selasa (26/9). IDXCarbon diharapkan menjadi tonggak penting dalam komitmen Indonesia untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat lagi, dalam melawan perubahan iklim global.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

EKONOMI
OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

EKONOMI
Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

EKONOMI
18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

EKONOMI
IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon