Harga CPO Terperosok di Tengah Pasar Utama Tiongkok Libur Golden Week
Selasa, 3 Oktober 2023 | 07:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com– Harga CPO atau minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) terperosok pada Senin (2/10/2023). Investor menanti isyarat penggerak pasar mengingat pasar utama CPO, Tiongkok libur golden week.
Harga kontrak berjangka crude palm oil (CPO) untuk Oktober 2023 turun 44 ringgit Malaysia per ton menjadi 3.645 ringgit Malaysia per ton, kontrak November melemah 59 ringgit Malaysia menjadi 3.673 ringgit Malaysia per ton, kontrak Desember terkoreksi 63 ringgit Malaysia menjadi 3.704 ringgit Malaysia per ton.
Sementara kontrak berjangka CPO Januari 2024 berkurang 56 ringgit Malaysia menjadi 3.742 ringgit Malaysia per ton, kontrak Februari 2024 merosot 48 ringgit Malaysia menjadi 3.777 ringgit Malaysia per ton, dan Maret 2024 jatuh 44 ringgit Malaysia menjadi 3.798 ringgit Malaysia per ton.
Kepala riset komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai Anilkumar Bagani mengatakan pelemahan harga CPO karena pasar CPO utama Tiongkok sedang libur. Sementara minyak kedelai berjangka Chicago Board of Trade terus menunjukkan aksi jual sejak pekan lalu, sehingga menekan pasar berjangka domestik. Pasar Tiongkok tutup untuk libur golden week selama seminggu.
"Analis pasar optimistis terhadap minyak sawit karena El Nino dan kurangnya pasokan minyak kedelai. Namun, hal itu gagal mencegah jatuhnya harga sawit," ujarnya.
Anilkumar mengatakan, para ahli memproyeksi ekspor September positif. Intertek Testing Services memperkirakan permintaan minyak sawit Malaysia sebesar 1,3 juta ton, naik 8,13%. Sementara AmSpec memperkirakan permintaan sebesar 1,24 juta ton, naik 5,42% dari Agustus.
"Pasar sedang menunggu perkiraan produksi September menjelang survei pratinjau pasokan dan permintaan minyak sawit Dewan Minyak Sawit Malaysia," katanya dikutip dari Bernama.
Sementara itu, pedagang minyak sawit David Ng mengatakan ekspektasi kenaikan produksi dalam negeri Malaysia juga menekan harga CPO. "Meski demikian, pelemahan ringgit dan permintaan kuat akan membantu membendung pelemahan harga CPO," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




