ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bank Indonesia Optimistis Inflasi 2023 Terjaga di Kisaran 3%

Jumat, 3 November 2023 | 15:29 WIB
AK
FB
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FMB
Perry Warjiyo.
Perry Warjiyo. (Antara/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi tahun 2023 akan tetap berada di kisaran target sekitar 3% plus minus 1%. BI bekerja sama dengan pemerintah menjalankan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk mengontrol inflasi.

"Biasa akhir tahun harga pangan naik tapi kenapa gerakan nasional inflasi pangan semakin digencarkan. Bu Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati) menyediakan insentif dan ketersediaan pasokan distribusi beras lebih dari cukup," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2023 di kantor pusat BI pada Jumat (3/11/2023).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi pada Oktober 2023 sebesar 2,56% secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tingkat inflasi tahunan pada September 2023 sebesar 2,28%. Inflasi ini disebabkan terutama kenaikan harga beras dan rokok.

ADVERTISEMENT

Meskipun inflasi inti turun ke 1,91% pada Oktober 2023 dari 2% pada September 2023, BI melihat adanya risiko kenaikan harga komoditas pangan, energi, dan inflasi impor. Sementara itu, inflasi tahun 2024 ditargetkan bisa lebih rendah dari 2023 dengan kisaran 2,5% plus minus 1%. BI dan pemerintah berupaya untuk menjaga inflasi 2024 agar tidak lebih dari 3,5%. Pemerintah juga mendorong penggunaan APBN untuk mengatasi ketidakpastian ekonomi global, perlambatan ekonomi Tiongkok, dan risiko El Nino.

BI dan pemerintah juga terus memperkuat sinergi dalam pengendalian inflasi untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran 3% plus minus 1% pada 2023 dan 2,5% plus minus 1% pada 2024. Upaya ini mencakup kebijakan moneter dan penggunaan APBN untuk menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi di Indonesia.

"Perkiraan kami 2,8%, tetapi kami mewaspadai sejumlah risiko dan responsnya dipantau dari waktu ke waktu sasarannya inflasi pada akhirnya tercapai," tutur Perry.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pada Oktober 2023 inflasi terkendali dalam kisaran sasaran yaitu sebesar 2,56%. Inflasi inti dan kelompok administered prices (harga yang diatur pemerintah) terjaga, di tengah peningkatan inflasi kelompok volatile food sebagai dampak kenaikan harga beras.

"Inflasi yang terjaga merupakan hasil nyata dari konsistensi kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap dalam kisaran sasaran, kebijakan pemerintah sebagai shock absorber gejolak global, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah," kata Sri Mulyani.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

EKONOMI
BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

EKONOMI
Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
Rupiah Rontok ke Rp 17.528 Per Dolar AS, Purbaya Siap Dipanggil DPR RI

Rupiah Rontok ke Rp 17.528 Per Dolar AS, Purbaya Siap Dipanggil DPR RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon