Produksi Kedelai Bali Capai 8.187 Ton
Minggu, 15 Maret 2015 | 10:47 WIB
Denpasar - Produksi kedelai di Provinsi Bali melimpah, dari 7.334 ton pada 2013 menjadi 8.187 ton pada 2014.
"Kenaikan produksi kedelai itu terjadi pada periode Mei-Agustus 2014 sebesar 43,47 persen atau 1.805 ton," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Panasunan Siregar, dalam keterangan persnya, Minggu (15/3).
Namun, pada Januari-April turun 54,85 persen. Demikian pula dengan September-Desember turun 25,24 persen.
Luas lahan panen kedelai turun 248 hektare (4,42 persen), namun terjadi peningkatan produktivitas sebesar 2,02 kuintal per hektare, terutama di Kabupaten Jembrana yang terdapat Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). seluas 1.000 hektare.
Adanya SLPTT mampu mendorong meningkatkan produksi kedelai secara keseluruhan di Pulau Dewata, meskipun selama dua subround mengalami penurunan.
Meningkatnya produksi kedelai di Bali selama periode 2103-2014 terjadi di Gianyar sebanyak 943 ton biji kering (179,96 persen) dan Karangasem 50 ton (125 persen).
Selain itu juga di Jembrana 1.546 ton (90,83 persen), Denpasar 123 ton (37.73 persen), dan Buleleng 7 ton (19,44 persen).
Ia mengatakan, luas areal tanaman kedelai di Bali berkurang 324 hektare (5,78 persen), namun terjadi peningkatan persentase produksi yang lebih besar sehingga mampu mendongkrak peningkatan produksi kedelai tahun 2014.
Berkurangnya luas panen sebagai akibat dari menurunnya minat petani menanam kedelai, berkurangnya volume program bantuan budidaya kedelai serta adanya penundaan tanam di wilayah potensi kedelai di Kabupaten Klungkung karena perbaikan irigasi.
Awal tahun hingga pertengahan 2014 dengan harga kedelai yang kurang menjanjikan serta menurunnya volume bantuan langsung benih unggul (BLBU) dari pemerintah juga berpengaruh terhadap berkurangnya produksi kedelai.
Tanaman kedelai dalam tiga tahun terakhir juga menurun dari 9.000 hektare menjadi hanya 7.000 hektare dan tahun 2014 mencapai 9.484 hektare.
Bali hingga kini memiliki lahan pertanian seluas 81,744 hektare tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di Bali yang dimanfaatkan secara maksimal untuk mengembangkan tanaman padi dan palawija termasuk kedelai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




