Pemerintah Buka Suara Soal Isu Israel Halang Indonesia Gabung OECD
Selasa, 6 Februari 2024 | 12:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menanggapi soal kabar Israel menghalang upaya Indonesia bergabung dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Diberitakan sebelumnya, Israel menentang dimulainya proses bergabungnya Indonesia ke OECD. Penolakan ini disampaikan perwakilan Israel saat pertemuan antaranggota OECD belum lama ini.
Menanggapi hal ini, Juru Bicara Kemenlu Lalu Muhamad Iqbal mengatakan Indonesia tidak terlibat dalam pembahasan ini karena belum menjadi anggota resmi. “Pembahasan mengenai keanggotaan baru OECD ini sepenuhnya pembahasan internal di antara negara-negara anggota, sehingga Indonesia tentu saja, yang belum menjadi anggota, tidak terlibat dalam pembahasan tersebut,” jelas Lalu kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/2/2024).
Dia mengatakan pemerintah tidak melihat ada kaitan antara sikap konsisten Indonesia untuk mendukung Palestina dengan keanggotaan Indonesia di OECD.
Adapun Israel sudah menjadi negara anggota OECD sejak 2010. Nikkei Asia sebelumnya memberitakan perwakilan Israel keberatan jika proses aksesi keanggotaan Indonesia dimulai. Namun, ini bukan berarti Israel serta merta menolak keanggotaan Indonesia. Namun, dikabarkan Israel tidak mau memulai proses bergabungnya Indonesia lantaran tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Situasi di Timur Tengah juga disebut sebagai alasan lainnya.
Sementara itu, pemerintah tengah mengincar keanggotaan OECD guna mendorong Indonesia menjadi negara maju atau menjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia. Keanggotaan OECD diharapkan dapat mendorong adanya reformasi-reformasi kebijakan khususnya di bidang ekonomi.
Adapun Indonesia resmi menyampaikan minat untuk bergabung dengan OECD pada Juli 2023 lalu. Sekitar 1 bulan kemudian, Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta. Jika OECD sepakat untuk memulai aksesi ini, kelompok yang terdiri dari negara-negara maju ini akan mempersiapkan sebuah peta jalan menuju keanggotaan resmi Indonesia. Namun, umumnya dibutuhkan waktu sekitar 5-8 tahun sebelum sebuah negara bisa menjadi anggota penuh OECD.
Namun, dari penolakan Israel, Indonesia telah menerima banyak dukungan dari negara-negara anggota lainnya. Sebut saja AS yang memiliki hubungan yang dekat dengan Israel. Pada tahun lalu, Presiden AS Joe Biden mengungkapkan kepada Jokowi bahwa AS akan mendukung keanggotaan RI di OECD.
Indonesia telah menjadi mitra kunci OECD sejak 2007. Jika diterima, Indonesia akan menjadi negara Asia ketiga di OECD setelah Jepang dan Korea Selatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




