Neraca Perdagangan Indonesia Masih Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global
Kamis, 16 Mei 2024 | 07:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada April 2024 kembali mencatatkan surplus sebesar US$ 3,56 miliar. Capaian tersebut memperpanjang tren surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi 48 bulan berturut-turut sejak bulan Mei 2020 dengan nilai akumulasi surplus mencapai US$ 157,21 miliar.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan capaian neraca perdagangan dalam empat tahun terakhir ini memberikan landasan yang kuat dalam rangka menjaga ketahanan ekonomi nasional.
BACA JUGA
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Positif, Mendagri: di Negara G20, Kita Nomor Dua Setelah Tiongkok
“Meski demikian, kita tetap harus waspada terhadap perubahan kondisi global dan terus memperkuat dukungan kebijakan demi mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Febrio dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (15/5/2024).
Adapun ekspor Indonesia pada bulan April 2024 tercatat sebesar US$ 19,62 miliar, naik sebesar 1,72% (yoy), didorong oleh peningkatan ekspor migas sejalan dengan meningkatnya harga energi global.
Sementara impor pada April 2024 tercatat sebesar US$ 16,06 miliar, naik 4,62% (yoy), didorong oleh peningkatan impor beberapa komoditas utama, antara lain mesin/perlengkapan elektrik, plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, serta gula dan kembang gula.
Febrio mengatakan untuk ke depannya kinerja neraca perdagangan diperkirakan tetap tumbuh positif seiring dengan kinerja volume ekspor yang tetap tumbuh di tengah pemulihan global yang berlangsung stabil tetapi lambat.
Selain itu, keadaan geopolitik yang masih belum stabil dan penurunan aktivitas ekonomi negara-negara mitra utama juga masih perlu diwaspadai dan diantisipasi, karena dapat berdampak terhadap kinerja perdagangan Indonesia.
Dengan mencermati kinerja perdagangan Indonesia pada April 2024 ini, pemerintah akan terus memantau dampak perlambatan global terhadap ekspor nasional.
“Selain itu, langkah antisipasi akan terus disiapkan melalui dorongan terhadap keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam, peningkatan daya saing produk ekspor nasional, serta diversifikasi produk dan mitra dagang utama," pungkas Febrio.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




