IHSG Melemah, BEI: Hal Wajar
Rabu, 29 Mei 2024 | 19:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan indeks harga saham gabungan (IHSG) sementara waktu akan melemah. Hal ini sejalan dengan masuknya saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) ke dalam papan pemantauan khusus (PPK).
Untuk diketahui, semenjak masuk dalam PPK, Barito Renewables Energy milik taipan Prajogo Pangestu mengalami penurunan harga hingga 10% alias auto reject bawah (ARB) ke level Rp 10.125 per saham.
Padahal BREN memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 1.354,59 triliun, bahkan melebihi kapitalisasi pasar PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di level Rp 1.127,97 triliun dan resmi menjadi emiten dengan pengaruh terbesar pada IHSG.
Sejalan dengan pelemahan saham BREN, IHSG juga terkoreksi cukup dalam hingga 1,56% ke level 7.140,22.
Menanggapi pelemahan IHSG, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan turbulensi IHSG merupakan hal yang wajar sebagai respons atas perkembangan pasar.
"Saya yakin market akan melakukan penyesuaian terkait perubahan-perubahan yang terjadi, baik secara makro, mikro, regional ataupun global," jelas dia kepada media, Rabu (29/5/2024).
Adapun sebelumnya, BEI mengumumkan memasukkan saham BREN ke dalam PPK karena memenuhi kriteria nomor 10, yakni mendapatkan suspend lebih dari satu hari bursa.
Ketentuan ini tertuang dalam Pengumuman Bursa Nomor Peng-PK-00019/BEI.PLP/05-2024 yang telah ditandatangani Kepala Divisi PLP Bursa Efek Indonesia Rendi Pratama pada 28 Mei 2024.
"Dengan ini Bursa mengumumkan BREN ditetapkan sebagai efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus. Perubahan ini mulai efektif pada 29 Mei 2024," demikian pengumuman BEI, Rabu (28/5/2024).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




