ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jokowi Tekankan Transisi Energi Harus Terjangkau dan Mudah Diakses Masyarakat

Jumat, 16 Agustus 2024 | 13:50 WIB
AK
AD
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: AD
Joko Widodo.
Joko Widodo. (Antara/Aditya Pradana Putra)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan transisi energi harus dilakukan secara berkala. Indonesia bersama seluruh negara menjalankan kebijakan transisi energi secara hati-hati agar tidak memberikan guncangan kepada sektor yang terkait.

“Kita terus konsisten mengambil bagian dalam langkah dunia melakukan transisi energi secara hati-hati dan bertahap. Transisi energi yang ingin kita wujudkan adalah transisi energi yang berkeadilan, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat,” tegas Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2024 dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2024 di gedung DPR pada Jumat (16/8/2024).

Dia mengatakan, saat ini semua negara sedang berupaya menjalankan ekonomi hijau Indonesia juga tidak boleh kehilangan momentum. Lantaran Indonesia memiliki sejumlah potensi yang dapat dioptimalkan untuk melakukan transisi energi.

ADVERTISEMENT

“Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi hijau, yaitu sekitar lebih dari 3.600 gigawatt, baik dari energi air, angin, matahari, panas bumi, gelombang laut, dan bio energi,” tutur Joko Widodo.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, langkah pemerintah untuk menjalankan transisi energi harus dilakukan secara berkala. Kebijakan tersebut diperkirakan akan memakan biaya besar dan dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Transisi energi ini merupakan pekerjaan besar, yang membutuhkan investasi  sangat besar, dan tidak akan tuntas hanya dalam tiga sampai lima tahun,” kata Bambang.

Dalam Enhanced Nationally Determined Contribution,  pemerintah menargetkan penurunan emisi sebesar 32% dan dengan target dukungan internasional sebesar 43,2% pada 2030. Untuk mitigasi perubahan iklim dibutuhkan biaya sekitar US$ 281 miliar. Sedangkan untuk adaptasi perubahan iklim dibutuhkan biaya sekitar US$ 2,3 -12,14 miliar.

Dalam bidang energi, Indonesia telah berkomitmen secara bertahap menekan emisi gas rumah kaca.  Pemerintah konsisten melakukan transisi energi agar bisa mengantisipasi dampak negatif dari perubahan energi.

“Langkah tersebut dilakukan dengan mengurangi porsi penggunaan energi fosil dan mulai beralih pada energi baru dan terbarukan,” pungkas Bambang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mineral Kritis Diminta Masuk Strategi Energi Nasional

Mineral Kritis Diminta Masuk Strategi Energi Nasional

EKONOMI
Perluas Pemanfaatan Energi Bersih di Kapal Pengangkut Minyak, Pertamina Pangkas Emisi 79 Ton Karbon per Tahun

Perluas Pemanfaatan Energi Bersih di Kapal Pengangkut Minyak, Pertamina Pangkas Emisi 79 Ton Karbon per Tahun

EKONOMI
Pertamina Akselerasi Transisi Energi melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

EKONOMI
Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional di Sokoguru Policy Forum

Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional di Sokoguru Policy Forum

EKONOMI
DEN Minta Masyarakat Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

DEN Minta Masyarakat Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

EKONOMI
Prospek Tambang Cerah, Permintaan Batubara dan Nikel Naik

Prospek Tambang Cerah, Permintaan Batubara dan Nikel Naik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon