ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Emas Perhiasan Jadi Komponen Inti Terbesar Penyumbang Inflasi 2024

Kamis, 2 Januari 2025 | 15:17 WIB
MF
AD
Penulis: Muhammad Farhan | Editor: AD
Ilustrasi emas perhiasan
Ilustrasi emas perhiasan (Freepik)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, komponen inti menjadi penyumbang utama inflasi 2024 adalah komoditas emas perhiasan karena memegang peranan dominan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan, emas perhiasan secara konsisten menjadi penyumbang terbesar inflasi. Hal ini terlihat dari frekuensi kemunculan komoditas tersebut sebagai kontributor inflasi bulanan dengan andil minimal 0,01%.

"Inflasi 2024 didominasi oleh komponen inti, dengan kontribusi terbesar disumbangkan oleh komoditas emas perhiasan," ujar Pudji dalam konferensi pers BPS, Kamis (2/1/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Pudji, emas perhiasan tercatat menyumbang inflasi sebanyak 11 kali secara bulanan sepanjang 2024. Meskipun frekuensi ini sama dengan sigaret kretek mesin (SKM), persentase kontribusinya berbeda signifikan, yaitu 0,35% untuk emas perhiasan dan 0,13% untuk SKM.

"Komoditas emas perhiasan dan sigaret kretek mesin menjadi kontributor inflasi bulanan yang konsisten selama 2024," tambah Pudji.

Lebih lanjut, Pudji mengungkapkan bahwa harga emas perhiasan di Indonesia dipengaruhi oleh rata-rata harga emas di pasar internasional. Selama 2024, harga emas internasional mengalami kenaikan rata-rata sebesar 22,88% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kenaikan ini tercermin pada inflasi emas perhiasan yang konsisten sejak awal 2024," tegas Pudji.

Sementara itu, prediksi harga emas ke depan menunjukkan tren penurunan. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan, harga emas akan bergerak dalam rentang US$ 2.583-2.656 pada pekan ini. Penurunan harga emas disebabkan oleh penguatan dolar AS dan lonjakan imbal hasil (yield) obligasi tenor 10 tahun.

"Penyebab utamanya adalah data tenaga kerja dan inflasi AS yang solid, ditambah prospek pelantikan presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump pada Januari 2025, yang memperkuat penguatan dolar," jelas Ibrahim, Minggu (29/12/2024).

Ibrahim juga mencatat penurunan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 2025. "Dari rencana empat kali pemangkasan, kemungkinan hanya menjadi dua kali, atau bahkan bisa jadi The Fed kembali menaikkan suku bunga," tambahnya.

Dengan dinamika ini, emas perhiasan tetap menjadi sorotan utama dalam konteks inflasi domestik, sementara tren global menunjukkan tantangan yang signifikan terhadap harga komoditas emas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Update Harga Emas Kamis Malam di Tengah Pertemuan Trump-Xi Jinping

Update Harga Emas Kamis Malam di Tengah Pertemuan Trump-Xi Jinping

EKONOMI
Harga Emas Dunia Stabil di Tengah Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Harga Emas Dunia Stabil di Tengah Pertemuan Trump dan Xi Jinping

EKONOMI
Harga Emas Dunia Kembali Melemah Dipicu Inflasi AS dan Perang Iran

Harga Emas Dunia Kembali Melemah Dipicu Inflasi AS dan Perang Iran

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia Rabu Sore Seusai Naik Tinggi

Update Harga Emas Dunia Rabu Sore Seusai Naik Tinggi

EKONOMI
Harga Emas Dunia Hari Ini Stabil, Investor Pantau Pertemuan AS-China

Harga Emas Dunia Hari Ini Stabil, Investor Pantau Pertemuan AS-China

EKONOMI
Harga Emas Turun 1 Persen Dipicu Lonjakan Harga Minyak

Harga Emas Turun 1 Persen Dipicu Lonjakan Harga Minyak

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon