Lonjakan Produksi Pangan, Indonesia Catat Sejarah Baru pada 2025
Jumat, 16 Mei 2025 | 14:24 WIB
Bone, Beritasatu.com - Produksi pangan nasional mencatat sejarah baru pada tahun 2025. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan bahwa lonjakan ini merupakan bukti nyata keberhasilan program ketahanan pangan pemerintah.
Hal tersebut diungkapkan Amran saat melaksanakan panen raya jagung bersama Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo di Desa Bolli, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (16/5/2025).
"Produksi jagung nasional mengalami kenaikan sebesar 39%, menjadi yang tertinggi dalam sejarah. Tidak hanya itu, produksi padi juga melonjak hingga 52% dibanding tahun sebelumnya," ungkap Amran.
Capaian luar biasa ini telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk pertanggungjawaban dan apresiasi atas arahan kebijakan yang mendukung peningkatan produksi pangan.
Amran juga menyampaikan bahwa pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 5 triliun untuk menyerap 1 juta ton jagung dari petani. Harga pembelian ditetapkan sebesar Rp 5.500 per kilogram di tingkat petani, sebagai upaya menjaga kestabilan harga dan kesejahteraan petani.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan negara. Harga di tingkat petani harus dijaga karena mereka adalah ujung tombak bangsa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri atas dukungan konkret terhadap program ketahanan pangan yang menjadi prioritas nasional.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, keterlibatan Polri dalam panen ini merupakan bentuk dukungan terhadap strategi besar pemerintah. Ia menekankan pentingnya kemandirian dan kekuatan nasional melalui ketahanan pangan.
"Panen jagung ini adalah bagian dari kekuatan negara. Jika kita kuat dalam produksi pangan, maka kedaulatan bangsa akan semakin kokoh. Ini bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo yang harus kita jaga bersama," jelasnya.
Kapolri menambahkan bahwa panen di Desa Bolli merupakan bagian dari panen kuartal II seluas 49 hektare, yang puncaknya diperkirakan terjadi pada Juni. Ia juga memastikan kesiapan Polri dalam membantu persiapan gudang penyimpanan hasil panen yang sesuai standar Bulog.
“Kami optimistis dengan kolaborasi lintas sektor, seluruh target yang ditetapkan Presiden Prabowo akan tercapai,” tandasnya.
Panen raya di Bone kali ini bukan sekadar memetik hasil tanam, tetapi juga menanam harapan besar bahwa swasembada pangan bukan lagi sebatas wacana, melainkan kenyataan yang mulai terwujud. Semua ini menjadi bukti bahwa Indonesia terus bergerak menuju masa depan yang lebih mandiri dan kuat melalui peningkatan produksi pangan dari desa-desa pelosok, seperti Bolli.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




