ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IMA: Hati-hati, Transisi Energi Bisa Jadi Pedang Bermata Dua

Senin, 26 Mei 2025 | 20:37 WIB
BI
DM
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: DM
Ketua Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau minta pemerintah berhati-hati dalam mengimplementasikan transisi energi dari sumber berbasis fosil ke energi baru dan terbarukan (EBT) dalam Energi Mineral Forum 2025 yang digelar di Hotel Kempinski Jakarta, Senin (26/5/2025).
Ketua Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau minta pemerintah berhati-hati dalam mengimplementasikan transisi energi dari sumber berbasis fosil ke energi baru dan terbarukan (EBT) dalam Energi Mineral Forum 2025 yang digelar di Hotel Kempinski Jakarta, Senin (26/5/2025). (Beritasatu.com/Bamba)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia diminta lebih berhati-hati dalam mengimplementasikan transisi energi dari sumber berbasis fosil ke energi baru dan terbarukan (EBT). Peringatan ini disampaikan langsung Ketua Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau dalam Energi Mineral Forum 2025 yang digelar di Hotel Kempinski Jakarta, Senin (26/5/2025).

Menurut Rachmat, meskipun EBT dikenal ramah lingkungan karena nyaris nol emisi, tetapi biaya produksinya masih sangat tinggi dibanding energi berbasis bahan bakar minyak (BBM) dan batu bara. Jika langsung diterapkan secara luas dalam sektor industri, maka biaya operasional akan melonjak tajam.

"Transisi energi kalau tidak hati-hati akan menimbulkan biaya energi tinggi. Downstream manufaktur kita belum tentu bisa bersaing," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Belajar dari Eropa, Meniru India dan China

Rachmat juga menyoroti pengalaman pahit negara-negara Eropa, yang dinilai terlalu cepat beralih ke EBT tanpa pertimbangan ekonomi menyeluruh. Akibatnya, banyak industri di Eropa justru terpukul karena tingginya biaya energi.

Sebaliknya, China dan India dinilai berhasil mengatur ritme transisi energinya. Kedua negara tersebut tetap menjaga biaya produksi tetap rendah, sambil perlahan mengadopsi sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Optimalkan Batu Bara dengan Teknologi Bersih

Daripada buru-buru lepas dari energi fosil, Rachmat mendorong hilirisasi sektor tambang, terutama batu bara yang masih memiliki cadangan sangat besar. Apalagi, kata dia, cadangan batu bara Indonesia bisa mencapai 500 tahun.

"Kenapa tidak kita manfaatkan dengan teknologi rendah emisi?" ujarnya.

Rachmat menyarankan agar Indonesia mengembangkan inovasi pemanfaatan batu bara yang lebih bersih, tanpa harus meninggalkan potensi sumber daya yang masih melimpah.

Transisi energi memang penting, tetapi implementasinya harus bijaksana. Pemerintah perlu menyeimbangkan antara ambisi lingkungan dan realitas ekonomi industri, agar Indonesia tidak tersandung, seperti Eropa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

DEN Minta Masyarakat Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

DEN Minta Masyarakat Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

EKONOMI
Prospek Tambang Cerah, Permintaan Batubara dan Nikel Naik

Prospek Tambang Cerah, Permintaan Batubara dan Nikel Naik

EKONOMI
Saham Emiten Pertamina Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Pasar

Saham Emiten Pertamina Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Pasar

EKONOMI
B50 Bisa Jadi Ciri Khas RI, Industri Otomotif Siap Dukung Transisi

B50 Bisa Jadi Ciri Khas RI, Industri Otomotif Siap Dukung Transisi

EKONOMI
Kenaikan BBM Nonsubsidi Dorong Kalangan Mampu Beralih ke Mobil Listrik

Kenaikan BBM Nonsubsidi Dorong Kalangan Mampu Beralih ke Mobil Listrik

EKONOMI
Di Balik Ambisi EV RI, Listrik dan Ekosistem Masih Jadi PR Besar

Di Balik Ambisi EV RI, Listrik dan Ekosistem Masih Jadi PR Besar

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon