ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kadin Ingatkan Dana Rp 200 T di Bank Harus Segera Gerakkan Ekonomi

Minggu, 14 September 2025 | 19:17 WIB
V
AD
Penulis: Vinnilya | Editor: AD
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang. (Ist)

Jakarta, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan agar kucuran dana Rp 200 triliun dari Bank Indonesia (BI) ke bank-bank himbara tidak hanya menambah likuiditas perbankan, tetapi segera disalurkan ke sektor riil demi menggerakkan perekonomian nasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang mengatakan, langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyalurkan dana tersebut sebagai keputusan strategis.

Namun, ia menekankan efektivitas kebijakan akan sangat bergantung pada kecepatan bank menyalurkannya kepada dunia usaha.

ADVERTISEMENT

“Dana ini jangan sampai terlalu lama mengendap di bank-bank himbara. Harus cepat bergulir, dimanfaatkan pelaku usaha untuk modal kerja, ekspansi, atau investasi baru. Kalau dana Rp 200 triliun ini bergerak di sektor produktif, otomatis akan menggerakkan roda ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya kepada Beritasatu.com pada Minggu (14/9/2025).

Kadin mencatat pertumbuhan kredit pada Juli 2025 hanya 7,03%, turun dari 7,77% pada Juni. Dengan tambahan likuiditas, pelaku usaha berharap tren kredit kembali menguat sehingga target pertumbuhan ekonomi 2025 di kisaran 5-5,2% bisa tercapai.

Lebih lanjut, Kadin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perbankan, dan dunia usaha agar kebijakan ini benar-benar menjadi stimulus, bukan sekadar menambah dana parkir di bank.

Sarman juga menegaskan perlunya komunikasi erat dengan dunia usaha agar kebijakan fiskal dan insentif sesuai kebutuhan lapangan. 

“Dunia usaha terdiri dari berbagai sektor dengan harapan berbeda terhadap insentif. Dialog penting agar kebijakan tidak menekan, melainkan meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan kerja,” tegasnya.

Kadin juga mengingatkan pentingnya menjaga iklim usaha tetap kondusif, agar pelaku usaha dapat bertahan, menghindari PHK massal, sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kadin Ungkap Manufaktur Masih Ekspansi tetapi Rentan Tekanan Global

Kadin Ungkap Manufaktur Masih Ekspansi tetapi Rentan Tekanan Global

EKONOMI
Kerja Sama Jepang Bisa Bawa RI Lepas Middle Income Trap

Kerja Sama Jepang Bisa Bawa RI Lepas Middle Income Trap

EKONOMI
Durian RI Makin Masif Masuk ke China

Durian RI Makin Masif Masuk ke China

LIFESTYLE
Hati-hati, Kebijakan WFH Bisa Tekan Aktivitas Ekonomi

Hati-hati, Kebijakan WFH Bisa Tekan Aktivitas Ekonomi

EKONOMI
Kadin Wanti-wanti Efisiensi Anggaran Bisa Tekan Ekonomi

Kadin Wanti-wanti Efisiensi Anggaran Bisa Tekan Ekonomi

EKONOMI
Ketua Kadin: Jangan Anggap Enteng Perang Iran-AS

Ketua Kadin: Jangan Anggap Enteng Perang Iran-AS

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT