ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mampukah Dana Rp 200 Triliun Mendorong Pertumbuhan Ekonomi?

Senin, 15 September 2025 | 12:07 WIB
MP
MK
Penulis: Maria Gabrielle Putrinda | Editor: MBK
Ilustrasi kredit perbankan.
Ilustrasi kredit perbankan. (Beritasatu Photo)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan mengucurkan dana Rp 200 triliun yang disimpan di Bank Indonesia (BI) ke bank-bank yang tergabung dalam himpunan bank milik negara (himbara).

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan kucuran dana tersebut tidak serta merta mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, dana yang masuk patut diimbangi dengan peningkatan permintaan kredit.

“Likuiditas masuk ke bank himbara dari skema Rp 200 triliun, tapi yang jadi pertanyaan apa permintaan kreditnya naik signifikan? Ini tergantung dari beberapa faktor, daya beli masyarakat, kepercayaan dunia usaha dan kebijakan pajak,” ujar Bhima kepada Beritasatu.com.

ADVERTISEMENT

“Jadi uang kaget di bank himbara dengan kondisi ekonomi saat ini tidak langsung mendorong pertumbuhan ekonomi. Tidak cukup parkir uang di bank himbara tapi harus ada stimulus pajaknya,” lanjutnya.

Terkait itu, Bhima mengungkapkan pihaknya telah merekomendasikan kepada Menkeu Purbaya beberapa langkah. Salah satunya memangkas tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% ke 8%.

Selain itu, penghasilan tidak kena pajak (PTKP) juga harus dinaikkan menjadi Rp 7 juta per bulan, serta mempercepat serapan anggaran terutama untuk transisi energi. “Kalau prakondisi itu dijalankan, maka pasokan dan permintaan akan sama-sama naik,” tandas Bhima.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa penempatan dana di bank harus difokuskan untuk penyaluran kredit produktif, bukan untuk pembelian surat berharga negara (SBN) atau sekuritas rupiah Bank Indonesia (SRBI). Dengan begitu, dana akan menyebar ke sistem ekonomi dan mendorong pertumbuhan lebih cepat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

B-PLUS
Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

EKONOMI
Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

EKONOMI
Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

EKONOMI
Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon