Rupiah Hari Ini 22 September Melemah Tertekan Kebijakan Pemerintah
Senin, 22 September 2025 | 10:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Senin (22/9/2025). Rupiah dibuka melemah 33 poin atau 0,20% ke level Rp 16.634 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp 16.601 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan rupiah kali ini banyak dipengaruhi kebijakan ekonomi pemerintah yang cenderung ekspansif.
“Kebijakan pelonggaran ekonomi dan kekhawatiran defisit anggaran masih memberikan tekanan pada rupiah,” kata Lukman di Jakarta, Senin (22/9/2025).
Beberapa kebijakan yang dimaksud antara lain penempatan dana pemerintah Rp 200 triliun di bank-bank BUMN, program stimulus 8+4+5 senilai Rp 16,23 triliun, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, pasar juga menyoroti pelebaran defisit anggaran yang tercantum dalam RAPBN 2026. Defisit direvisi menjadi Rp 689,1 triliun atau 2,68% dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dibanding rancangan sebelumnya Rp638,8 triliun atau 2,48% PDB.
Dari sisi moneter, keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,00% turut memperlemah sentimen rupiah. BI juga menurunkan suku bunga deposit facility menjadi 4,25% dan lending facility ke 5,75%.
Sementara secara global, rupiah ikut tertekan oleh penguatan dolar AS setelah sikap Federal Reserve (The Fed) yang lebih hawkish pasca rapat FOMC.
Namun, Lukman menilai ada peluang BI melakukan intervensi ganda di pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF), dan Surat Berharga Negara (SBN) untuk menahan pelemahan rupiah.
Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.500-Rp 16.650 per dolar AS sepanjang hari ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




