ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menkeu Purbaya Akui Belum Diajak Prabowo Bahas Badan Penerimaan Negara

Sabtu, 27 September 2025 | 05:37 WIB
AS
DM
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: DM
 Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku hingga kini belum diajak berdiskusi ataupun menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN). Padahal, program ini sudah ditetapkan sebagai salah satu prioritas nasional dalam rencana kerja pemerintah (RKP) 2025.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku hingga kini belum diajak berdiskusi ataupun menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN). Padahal, program ini sudah ditetapkan sebagai salah satu prioritas nasional dalam rencana kerja pemerintah (RKP) 2025. (Beritasatu.com/Addin Anugrah Siwi)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku hingga kini belum diajak berdiskusi ataupun menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN). Padahal, program ini sudah ditetapkan sebagai salah satu prioritas nasional dalam rencana kerja pemerintah (RKP) 2025.

“Sampai sekarang saya belum ada diajak diskusi dan saya enggak tahu seperti apa,” ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/9/2025).

Pembentukan BPN masuk dalam delapan program hasil terbaik cepat (quick wins) pemerintahan Prabowo-Gibran, yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran RKP.

ADVERTISEMENT

Tujuan utama lembaga ini adalah meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 23%, melalui integrasi sistem perpajakan dan kepabeanan.

Purbaya menjelaskan, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu sebelumnya ditugaskan menyusun rencana pembentukan BPN. Namun setelah Anggito diangkat menjadi ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), belum ada arahan lanjutan maupun pengganti resmi dari presiden.

“Kalau sekarang Pak Anggito pergi, mungkin Wamen baru? Enggak ada kali ya?” ucapnya.

Menghadapi kekosongan tersebut, Purbaya berencana mengusulkan agar dirinya langsung memegang kendali penuh atas sektor penerimaan negara. “Saya akan usulin, saya saja yang megang dua-duanya. Pajak sama bea cukai biar kita bisa beresin langsung, cepet gitu. Baru mau ngusulin yaa,” jelasnya.

Sebagai catatan, struktur organisasi tiga wamenkeu sebelumnya diperkenalkan oleh menteri keuangan terdahulu, Sri Mulyani Indrawati, pada 14 Juli 2025 dengan pendekatan kerja cross-matrix.

Dalam formasi itu, Anggito Abimanyu menangani penerimaan negara, Suahasil Nazara fokus pada belanja negara dan organisasi, sedangkan Thomas Djiwandono bertanggung jawab atas pembiayaan, perbendaharaan, dan pengelolaan kekayaan negara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

1 Tahun Prabowo-Gibran: Maju Mundur Pembentukan BPN

1 Tahun Prabowo-Gibran: Maju Mundur Pembentukan BPN

B-PLUS
Fokus Reformasi Pajak dan Bea Cukai, Purbaya Belum Mau Bentuk BPN

Fokus Reformasi Pajak dan Bea Cukai, Purbaya Belum Mau Bentuk BPN

EKONOMI
4 Langkah Benahi Penerimaan Negara

4 Langkah Benahi Penerimaan Negara

EKONOMI
Potensi BPN Jawab Stagnasi Penerimaan tetapi Ada Risiko Tumpang Tindih

Potensi BPN Jawab Stagnasi Penerimaan tetapi Ada Risiko Tumpang Tindih

EKONOMI
Prabowo Bakal Bentuk Lembaga Baru, Ini 2 Tantangan yang Dihadapi

Prabowo Bakal Bentuk Lembaga Baru, Ini 2 Tantangan yang Dihadapi

NASIONAL
IKPI Ungkap Bahaya Tax Amnesty Tanpa Reformasi Pajak Total

IKPI Ungkap Bahaya Tax Amnesty Tanpa Reformasi Pajak Total

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon