ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perusahaan Investasi Arsjad Rasjid Dukung Indonesia Incorporated

Jumat, 3 Oktober 2025 | 18:06 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Arsjad Rasjid, pengusaha Indonesia yang mendirikan Sriwijaya Capital, perusahaan ekuitas swasta yang berfokus di Indonesia dan Asia Tenggara,
Arsjad Rasjid, pengusaha Indonesia yang mendirikan Sriwijaya Capital, perusahaan ekuitas swasta yang berfokus di Indonesia dan Asia Tenggara, (Ist)

Jakarta, Beritasatu.com - Sriwijaya Capital, perusahaan ekuitas swasta yang berfokus di Asia Tenggara, resmi melakukan penutupan perdana (first close) dana investasi.

Langkah ini menandai bahwa perusahaan telah mengamankan komitmen modal awal dari investor sehingga dana tersebut dapat mulai digunakan untuk mendukung perusahaan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Dana perdana ini menargetkan sektor kesehatan, transisi energi, barang dan jasa konsumen, serta jasa bisnis dan industri. Indonesia diposisikan sebagai pasar utama sekaligus batu loncatan bagi ekspansi regional ke negara-negara ASEAN.

ADVERTISEMENT

“Kami membangun Sriwijaya Capital dengan visi jangka panjang untuk mendukung perusahaan-perusahaan yang bisa tumbuh menjadi juara regional,” ujar pendiri dan Ketua Sriwijaya Capital Arsjad Rasjid dikutip dari pada Jumat (3/10/2025).

Ia menambahkan, inisiatif ini juga mencerminkan semangat Indonesia Incorporated, dengan sektor swasta dan pemerintah berjalan seiring sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Senada, CEO Sriwijaya Capital Hartanto Tjitra menegaskan bahwa mandat perusahaan adalah bermitra dengan wirausahawan dan manajemen bisnis.

“Kami mengambil pendekatan investasi berbasis nilai, bekerja sama erat dengan pemilik dan tim manajemen untuk mempertajam eksekusi serta membangun ketahanan bagi pertumbuhan regional,” pungkasnya.

Sebagai langkah awal, Arsjad menyebut Sriwijaya Capital menjalin kerja sama dengan Danantara Indonesia untuk memperkuat ekonomi nasional dan mempercepat investasi bagi perusahaan-perusahaan yang tengah berkembang agar mampu tumbuh dan bersaing di kawasan ASEAN.

Selain itu, lanjut Arsjad, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan BlueFive Capital, salah satu private equity terkemuka asal Timur Tengah (Timteng) dengan assets under management (AUM) terbesar, Sriwijaya Capital membangun koridor investasi pada poros Timur Tengah-Indonesia- ASEAN.

"Kolaborasi ini menegaskan semakin kuatnya keyakinan investor global terhadap potensi Indonesia dan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masa depan. Sriwijaya Capital digerakkan oleh tim dengan pengalaman global pada bidang private equity, investasi dan bisnis,” pungkas Arsjad

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT