Dukungan Politik DPR Dibutuhkan untuk Berantas Mafia Migas
Jumat, 21 November 2025 | 15:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) menyebut pemberantasan mafia migas sangat mendesak di tengah upaya mewujudkan swasembada energi sebagaimana Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran.
Direktur Puskepi Sofyano Zakaria mengungkapkan, salah satu elemen yang dinilai memiliki peran strategis dalam pemberantasan tuntas mafia migas adalah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Oleh karena itu, dukungan politik DPR sangat dibutuhkan dalam memberantas mafia migas," kata dia seperti dilansir dari Antara, Jumat (21/11/2025).
Jika terdapat kecurigaan praktik mafia migas, DPR harus berani memberikan dukungan politik melalui komisi yang berkaitan dengan migas, seperti Komisi VI dan XII.
Menurutnya, wakil rakyat harus aktif bersuara kepada pemerintah agar segera menangani dengan serius. Ketika kasus belum dibuka, misalnya, dukungan adalah dalam bentuk terus bersuara hingga praktik mafia migas tersebut bisa dibongkar aparat penegak hukum (APH).
Sedangkan ketika kasus tersebut sudah dibongkar, lanjutnya, DPR pun harus terus bersuara. Dalam hal ini, DPR harus mendesak agar hukuman bagi mafia migas tersebut bisa maksimal, jangan sampai kasusnya didiamkan terus. “Melalui dukungan politik tersebut, diharapkan pemberantasan mafia migas menjadi lebih efektif,” ujar pengamat migas itu.
Sebelumnya, pembahasan mengenai upaya pemberantasan mafia migas mengemuka saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR dan Pertamina, Rabu (19/11/2025). Salah satu indikasi mafia migas adalah pengondisian agar impor terus dilakukan.
Dalam RDP tersebut, anggota Komisi VI DPR Mufti AN Anam bahkan meminta BUMN tersebut untuk berani melawan mafia migas, termasuk menyampaikan kepada DPR.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




