ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sudirman Said: Benahi Mafia Migas Butuh Political Will

Senin, 19 Januari 2026 | 21:22 WIB
MR
HK
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: HYK
Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said rampung menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan korupsi di Pertamina Energy Trading Limited (Petral), Senin 19 Januari 2026.
Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said rampung menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan korupsi di Pertamina Energy Trading Limited (Petral), Senin 19 Januari 2026. (Beritasatu.com/Muhammad Aulia Rahman)

Jakarta, Beritasatu.com – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said membeberkan sulitnya memberantas praktik mafia migas di Indonesia. Usai diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Pertamina Energy Trading Limited (Petral) di Kejaksaan Agung, Senin (19/1/2026), Sudirman menekankan pentingnya political will atau kemauan politik yang kuat dari pemimpin negara.

Sudirman dimintai keterangan oleh tim penyidik Jampidsus dalam kapasitasnya sebagai mantan Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina (2008-2009) dan Menteri ESDM (2014-2016).

Dua Kali Berupaya, Dua Kali Terhambat

Dalam pernyataannya, Sudirman mengeklaim telah dua kali mendapat mandat negara untuk membenahi sektor energi, tetapi selalu membentur tembok besar.

ADVERTISEMENT

"Dua kali saya mendapat tugas untuk beberes sektor energi, yang publik mengenalnya sebagai membenahi masalah mafia migas. Tapi dua kali pula saya mengalami hambatan karena aspek ini berkaitan erat dengan political will," ungkap Sudirman di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.

Ia menceritakan, saat memimpin unit ISC di Pertamina, upayanya terhenti karena terjadi pergantian direksi yang berujung pada pelumpuhan unit tersebut. Hal serupa terulang saat ia menjabat Menteri ESDM.

"Belum lama saya menata-nata, kebetulan saya 'lulus dipercepat' (dicopot). Jadi berhenti sebagai menteri dalam waktu kurang dari dua tahun. Perkara yang muncul sekarang adalah akibat praktik masa lalu yang dulu mau dibereskan tetapi tidak tuntas," tuturnya.

Harapan pada Pemerintahan Prabowo

Sudirman mengaku tidak mengetahui alasan mengapa kasus ini baru diusut secara mendalam saat ini. Namun, ia menyambut baik langkah hukum yang tengah berjalan dan menggantungkan harapan besar pada pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto.

"Kita berharap pemerintah sekarang betul-betul memiliki political will yang kuat sehingga masalah ini bisa dituntaskan. Kita menaruh harapan pada Presiden Pak Prabowo dan seluruh aparat penegak hukum," tegas Sudirman.

Kejaksaan Agung saat ini memang tengah menggali kembali dokumen dan keterangan saksi kunci untuk mengusut kerugian negara dalam operasional Petral yang telah dibubarkan sejak 2015 lalu. Keterangan Sudirman Said dianggap krusial karena ia merupakan salah satu aktor utama di balik kebijakan pembubaran anak usaha Pertamina tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kejagung Dalami Peran Sudirman Said Terkait Kasus Korupsi Petral

Kejagung Dalami Peran Sudirman Said Terkait Kasus Korupsi Petral

NASIONAL
Kata Sudirman Said Soal Riza Chalid Diduga Terlibat Kasus Petral

Kata Sudirman Said Soal Riza Chalid Diduga Terlibat Kasus Petral

NASIONAL
Diperiksa Kejagung, Sudirman Said Singgung Mafia Migas

Diperiksa Kejagung, Sudirman Said Singgung Mafia Migas

NASIONAL
Kejagung Periksa Lagi Sudirman Said Terkait Kasus Petral Hari Ini

Kejagung Periksa Lagi Sudirman Said Terkait Kasus Petral Hari Ini

NASIONAL
Kejagung Periksa Sudirman Said Terkait Kasus Korupsi Petral

Kejagung Periksa Sudirman Said Terkait Kasus Korupsi Petral

NASIONAL
Setahun Pemerintahan Prabowo Jadi Momen Benahi Tata Kelola Negara

Setahun Pemerintahan Prabowo Jadi Momen Benahi Tata Kelola Negara

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon