Setahun Pemerintahan Prabowo Jadi Momen Benahi Tata Kelola Negara
Selasa, 7 Oktober 2025 | 22:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus menjadi momentum penting untuk membenahi tata kelola negara dan kepemimpinan nasional untuk perubahan yang lebih baik lagi.
Hal itu dikatakan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said dalam Dialog Forum Warga Negara bertajuk "Bisul-Bisul Permasalahan Bangsa, di Mana Akarnya?", di Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025).
Sudirman Said menilai demokrasi di Indonesia tengah mengalami krisis moralitas. Menurutnya, sistem demokrasi kini sering diperlakukan hanya sebagai alat kekuasaan, bukan sarana memperjuangkan kepentingan rakyat.
"Satu tahun pertama ini sudah cukup menjadi ajang pembelajaran bagi pemerintah dalam menghadapi dinamika politik dan persoalan bangsa dan mencerna pembelajaran masalah. Jadi akar persoalan pemerintah terletak pada fungsi kepemimpinan dan keteladanan moral," katanya.
Ia menyebut lemahnya moralitas kepemimpinan menjadi sumber kekacauan dalam tata kelola negara. Salah satu permasalahan utama adalah fungsi kepemimpinan dan keteladanan moralnya.
Itulah, lanjut Said, penyebab pokok mengapa urusan negara remuk di mana-mana. Satu-satunya jalan pemulihan adalah melakukan koreksi total atas tata cara, tata kelola, dan kepengurusan negara.
“Kita menyaksikan demokrasi digunakan hanya sebagai instrumen kekuasaan. Ketika moralitas hilang, kekuasaan dipakai bukan untuk melayani rakyat, tetapi untuk memperkuat diri dan kelompok," jelas dia.
Sudirman menyebut, praktik korupsi dan penyalahgunaan jabatan masih menjadi tantangan besar di pemerintahan. Ia menilai, lemahnya bimbingan moral menjadi akar persoalan yang menyebabkan kepercayaan publik terhadap lembaga negara terus menurun.
“Tanpa bimbingan moral, undang-undang bisa diubah untuk kepentingan tertentu, dan kebijakan dibuat bukan karena kepentingan publik, tapi karena tekanan kekuasaan,” lanjutnya.
Meski begitu, Sudirman tetap optimistis Presiden Prabowo Subianto masih memiliki ruang besar untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan. Ia menilai, langkah pembenahan dapat dimulai dari kesadaran untuk mengembalikan nilai moral dan keadilan dalam pengambilan keputusan.
“Saya percaya pemerintahan ini masih punya waktu empat tahun. Kalau ada kesadaran dan kemauan memperbaiki, ini bisa menjadi momentum besar untuk mengembalikan kepercayaan publik,” tegasnya.
Sudirman juga menyinggung rencana penataan kabinet dan konsolidasi politik yang belakangan ramai dibicarakan. Ia berharap langkah tersebut menjadi simbol kebangkitan moral dalam pemerintahan yang baru berjalan.
“Ini saatnya menunjukkan simbol moralitas dan keberpihakan pada rakyat. Kalau itu dilakukan, publik akan percaya bahwa pemerintahan ini berpihak pada kebaikan,” kata Sudirman.
Ia menilai, ke depan tantangan terbesar pemerintahan bukan hanya soal ekonomi dan politik, tetapi juga pemulihan moral dan etika publik sebagai dasar membangun kepercayaan masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




