ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Purbaya dan Bahlil Bahas Kuota hingga Subsidi LPG Menjelang Nataru

Selasa, 25 November 2025 | 16:22 WIB
AH
AD
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: AD
Momen Menkeu Purbaya sambangi kantor Kementerian ESDM pada Selasa 25 November 2025.
Momen Menkeu Purbaya sambangi kantor Kementerian ESDM pada Selasa 25 November 2025. (Instagram/@menkeuri)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan ke kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Selasa (25/11/2025). Pertemuan tertutup itu difokuskan pada pembahasan mengenai subsidi dan kuota LPG.

Dalam unggahan akun TikTok resminya, @Purbayayudhis, tampak Purbaya mengikuti rapat bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Pertemuan ini juga dihadiri Kepala BP BUMN Dony Oskaria dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius.

“Rapatnya tidak lama, sekitar 30 menit. Pembahasannya mengenai subsidi LPG dan kuota subsidi LPG,” ujar Purbaya dalam unggahan tersebut.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen memastikan penyaluran subsidi LPG tetap terkendali dan tepat sasaran. Menurutnya, setiap rupiah dari rupiah harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dalam pernyataan terpisah, menyebut adanya tambahan kuota LPG untuk menjaga stabilitas pasokan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026(Nataru).

“Kita rapat terkait LPG, subsidi, dan tambahan sedikit kuota supaya menjelang Natal dan Tahun Baru aman,” kata Bahlil.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa pembahasan meliputi perkembangan kuota LPG 3 kilogram (kg).  Untuk 2025, kuota LPG 3 kg ditetapkan sebesar 8,17 juta metrik ton, lebih rendah sekitar 0,06 juta metrik ton dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Sementara kebutuhan 2025 diproyeksikan mencapai 8,5 juta metrik ton, sehingga muncul potensi tambahan kebutuhan sekitar 370.000 metrik ton.

Namun, Anggia menegaskan tidak ada penambahan subsidi karena harga LPG saat ini masih berada di bawah indikator yang tercantum dalam APBN. Penambahan kuota dapat dilakukan tanpa menambah beban subsidi.

“Hasil pembahasan ini akan dibawa dalam rapat terbatas bersama presiden, menteri ESDM, dan menteri keuangan,” ujar Anggia saat ditemui di kantor Kementerian ESDM.

Ia memastikan pasokan LPG dalam kondisi aman menjelang Nataru dan menegaskan bahwa subsidi LPG tidak akan melampaui batas yang telah ditetapkan dalam APBN 2025.

“Fokusnya mengamankan penyaluran sampai akhir tahun dan pasokan untuk Nataru,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Matangkan Rencana Panda Bond, Purbaya Terbang ke Beijing

Matangkan Rencana Panda Bond, Purbaya Terbang ke Beijing

EKONOMI
Purbaya Sebut PNBP Pemulihan Aset Rp 1,02 T Penting untuk Pembangunan

Purbaya Sebut PNBP Pemulihan Aset Rp 1,02 T Penting untuk Pembangunan

EKONOMI
Isi 5 Program Kerja Purbaya untuk Dukung Kegiatan Strategis

Isi 5 Program Kerja Purbaya untuk Dukung Kegiatan Strategis

EKONOMI
Purbaya: Belum Tentu Ada Efisiensi Anggaran MBG

Purbaya: Belum Tentu Ada Efisiensi Anggaran MBG

EKONOMI
Punya 5 Program, Purbaya Minta Anggaran Rp 49,8 Triliun

Punya 5 Program, Purbaya Minta Anggaran Rp 49,8 Triliun

EKONOMI
Kejagung Serahkan Rp 51,68 M Aset Eddy Tansil ke Kemenkeu

Kejagung Serahkan Rp 51,68 M Aset Eddy Tansil ke Kemenkeu

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon