Impor Emas China via Hong Kong Alami Penurunan 64 Persen
Selasa, 25 November 2025 | 20:14 WIB
Hong Kong, Beritasatu.com – Impor emas China melalui Hong Kong pada Oktober turun sekitar 64% dibandingkan September. Sebagai konsumen emas terbesar di dunia, aktivitas pembelian China dapat memengaruhi pasar emas global.
Namun, data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong itu tidak menggambarkan keseluruhan impor emas China, karena mereka juga memasukkan emas melalui Shanghai dan Beijing.
Angka impor bersih melalui Hong Kong ke China pada Oktober tercatat 8,02 ton, dibandingkan 22,047 ton pada September. Total impor emas China melalui Hong Kong mencapai 30,08 ton pada Oktober, turun 17% dari 36,275 ton pada bulan sebelumnya.
“Yang kita lihat adalah melemahnya permintaan di China setelah sebelumnya sangat kuat pada awal tahun. Permintaan domestik kemungkinan dipenuhi secara lokal, sehingga pasar seperti berjalan sendiri,” kata analis independen Ross Norman seperti dilansir dari Reuters.
Pekan lalu, emas batangan di China diperdagangkan pada harga setara hingga diskon US$ 5 per ons dibandingkan harga spot global. Permintaan bulan lalu juga lesu, dengan diskon sekitar US$ 48–US$ 60 per ons untuk menarik pembeli.
Ekspor emas Swiss ke China pada Oktober anjlok 93% menjadi 2,1 ton karena tingginya harga menekan permintaan. Sementara itu, pada 1 November, Beijing memangkas pembebasan pajak pertambahan nilai untuk beberapa pembelian emas melalui Shanghai Gold Exchange dan Shanghai Futures Exchange, yang diperkirakan akan meningkatkan biaya emas untuk industri dan perhiasan.
Namun, bank sentral China menambah cadangan emasnya pada Oktober selama bulan ke-12 berturut-turut, dari 74,06 juta ons troy menjadi 74,09 juta ons troy.
Harga emas spot menyentuh rekor tertinggi US$ 4.381,21 per ons pada 20 Oktober, didorong ketegangan geopolitik, kekhawatiran ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat, de-dollarization, dan arus masuk kuat ke exchange-traded fund berbasis emas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




