ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mentan Amran Siap Benahi Lahan Pertanian Pascabanjir Tahun Depan

Kamis, 4 Desember 2025 | 21:01 WIB
MF
MK
Penulis: Muhammad Farhan | Editor: MBK
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (Beritasatu.com/Muhammad Farhan)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan Pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan menangani pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir serta longsor di wilayah Sumatera.

Amran menjelaskan, pemulihan kerusakan lahan pertanian berupa sawah tersebut akan mulai ditangani pada pekan pertama Januari 2026. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, sawah yang terdampak bencana di Sumatera Utara mencapai 33.000 hektare, sementara di Aceh mencapai 100.000 hektare.

Namun demikian, Amran menekankan bahwa kerusakan lahan yang dipandang signifikan adalah gagal panen pada 4.000 hektare sawah puso, yakni lahan pertanian yang mengalami kerusakan akibat bencana hingga sekitar 75% dari total keseluruhan.

ADVERTISEMENT

Ia menyebutkan, kerusakan lahan puso tersebut berdampak besar karena sebagian sawah sudah memasuki masa panen dalam satu hingga dua minggu, tetapi terendam banjir dan longsor di Sumatera.

“Ini kerusakan lahan atau pertanian itu hanya kecil sekali, 4.000-an hektare. Kita kelola, kita tanam 11 juta hektare. Saya ulangi, ini tidak mempengaruhi cadangan beras kita 3,8 juta ton dan beras sudah berada di provinsi masing-masing,” ujar Amran saat melepas bantuan pangan ke Sumatera, Kamis (4/12/2025).

Terkait kerusakan lahan tersebut, Amran menegaskan bahwa Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian akan bertanggung jawab penuh memulihkannya. Pemulihan akan dilakukan melalui pemberian benih serta alat mesin pertanian secara gratis.

“Sawah yang rusak kita bangun seperti semula. Itu tanggung jawab Pemerintah pusat dan dalam hal ini Kementerian Pertanian,” kata Amran.

Ia menambahkan, pemulihan lahan pertanian terdampak bencana di Sumatera akan dilaksanakan mulai awal Januari 2026. Prioritas utama Pemerintah saat ini adalah memastikan distribusi logistik dan pangan bagi masyarakat terdampak bencana.

“Persiapan paling lambat sudah diolah itu (lahan pertanian rusak) di Januari minggu pertama sudah alat bekerja. Tiga minggu ini (Desember) persiapan. Tetapi yang kita utamakan dahulu adalah distribusi logistik,” jelas Amran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekspor Susu ke Vietnam Jadi Bukti Daya Saing RI di Pasar Global

Ekspor Susu ke Vietnam Jadi Bukti Daya Saing RI di Pasar Global

EKONOMI
Sidak Bibit di Sulut, Mentan Amran Temukan Selisih Data dan Kualitas

Sidak Bibit di Sulut, Mentan Amran Temukan Selisih Data dan Kualitas

EKONOMI
Ancaman Krisis Pangan, RI Gandeng Polandia Perkuat Strategi

Ancaman Krisis Pangan, RI Gandeng Polandia Perkuat Strategi

EKONOMI
Cegah Kekeringan, Kementan Siapkan Rp 12 T untuk Benih dan Pompanisasi

Cegah Kekeringan, Kementan Siapkan Rp 12 T untuk Benih dan Pompanisasi

NASIONAL
Dorong Kemandirian Energi Nasional, Kementan Uji B50 pada Alsintan

Dorong Kemandirian Energi Nasional, Kementan Uji B50 pada Alsintan

EKONOMI
Klaim Asuransi Dipercepat, Petani Lamongan Dapat Rp 6 Juta Per Hektare

Klaim Asuransi Dipercepat, Petani Lamongan Dapat Rp 6 Juta Per Hektare

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon