Harga Perak Tembus Rekor, Volatilitas Jangka Pendek Mengintai
Rabu, 10 Desember 2025 | 11:13 WIB
Sebagian besar persediaan masih berada di London dengan rasio LBMA terhadap Comex sebesar 1,91, tertinggi sejak Januari 2025. Tidak semua stok tersedia untuk pasar terbuka karena sebagian disimpan untuk produk exchange-traded product (ETP) berbasis perak, tetapi tidak semua ETP disimpan di London.
"Perhitungan kami menunjukkan sekitar 78% persediaan perak di gudang LBMA tercatat sebagai ETP, dibanding 65% pada November 2024 dan 83% pada September 2025 ketika pasar mulai mengetat," lanjutnya.
Dalam waktu dekat, Cooper menilai pergerakan harga perak akan sangat dipengaruhi arus investasi ke produk ETP berbasis perak, yang kini mencatatkan inflow tertinggi sejak 2020.
“ETP perak meningkat 487 ton pada November dan bertambah lagi 475 ton pada Desember. Meskipun permintaan ETP terus tumbuh, stok yang tersedia di London naik dalam kecepatan lebih tinggi, menunjukkan kondisi pasar mulai longgar,” paparnya.

Walaupun perak masih memiliki ruang untuk menguat terhadap emas, Cooper menilai rasio emas dan perak mulai terlihat jenuh atau oversold.
“Meski masih berada di atas rata-rata jangka panjang sebesar 65, level ini menegaskan keunggulan pergerakan perak dalam beberapa waktu terakhir dan menunjukkan potensi koreksi jangka pendek. Kami tetap mempertahankan pandangan positif terhadap harga perak, tetapi memperkirakan volatilitas akan tetap tinggi, terutama karena fokus pasar terhadap laporan mineral kritis S232 yang dapat memperburuk kondisi ketat di beberapa wilayah,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




