Seusai Diancam Dibekukan, Purbaya Nilai Kinerja Bea Cukai Membaik
Sabtu, 13 Desember 2025 | 06:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelayanan dan pengawasan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mulai menunjukkan perbaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Menurutnya, perubahan ini terjadi setelah pemerintah memberikan peringatan keras berupa ancaman pembekuan instansi apabila tidak ada kemajuan berarti dalam satu tahun ke depan.
Purbaya mengatakan, pegawai Bea Cukai sebenarnya memiliki kapasitas dan kompetensi memadai untuk meningkatkan kinerja. Namun, ia menilai dorongan tegas diperlukan agar reformasi benar-benar berjalan optimal.
“Bea Cukai sudah cukup bergerak cepat dalam beberapa minggu terakhir. Rupanya memang orang Bea Cukai pintar-pintar, hanya tinggal digebukin saja, digebuk-gebuk, dua minggu keluar,” ujarnya saat meresmikan alat pemindai peti kemas di Terminal 3 dan Terminal Mustika Alam Lestari, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025).
Menurut Purbaya, percepatan reformasi Bea Cukai dapat terlihat dari peluncuran sejumlah inovasi teknologi, yakni alat pemindai peti kemas berbasis kecerdasan buatan (AI), aplikasi self service report mobile (SSR-Mobile), dan sistem trade AI. Ketiga instrumen ini dirancang untuk memperketat pengawasan dan menutup potensi kebocoran penerimaan negara dari sektor kepabeanan.
“Layanan kepada masyarakat dan dunia usaha harus semakin cepat, semakin sederhana, dan semakin berintegritas. Itu komitmen Bea Cukai dan Kementerian Keuangan karena ada ancaman juga. Kalau enggak bisa beres, awas,” tegasnya.
Purbaya menambahkan, pemerintah tidak ingin mengulang pengalaman masa lalu ketika lemahnya pengawasan kepabeanan menurunkan kepercayaan publik. Karena itu, ia meminta Bea Cukai memanfaatkan momentum ini untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
“Saya harapkan nanti, Maret tahun depan gambaran Bea Cukai akan jauh berbeda dengan yang kemarin-kemarin,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




