ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dorong Gen Z Jago AI, Airlangga Luncurkan Geek Economy dan Open AI

Kamis, 18 Desember 2025 | 14:35 WIB
EM
MK
Penulis: Erfan Maruf | Editor: MBK
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto (Beritasatu.com/Bambang Ismoyo)

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah secara resmi meluncurkan program pelatihan Geek Economy dan AI Open Innovation Challenge di Jakarta Creative Hub, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025).

Program ini diharapkan mendorong generasi Gen Z agar lebih aktif memanfaatkan peluang ekonomi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peluncuran program tersebut merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi 8+4+5 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif di bawah pimpinan Teuku Riefky Harsya.

ADVERTISEMENT

“Kita tadi me-launching paket kebijakan ekonomi ke-8 yang terkait dengan Geek Economy. Program ini didorong untuk generasi Gen Z, sekaligus meluncurkan AI Open Innovation Challenge atau hackathon,” ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Airlangga mengungkapkan perkembangan Geek Economy, khususnya di sektor AI, menunjukkan pertumbuhan signifikan. Di Indonesia, pertumbuhan AI mencapai 127% dengan aliran investasi sebesar US$ 91 juta ke sektor AI pada semester I 2025.

Berdasarkan riset Google, Indonesia menjadi negara dengan tingkat adopsi AI tertinggi di ASEAN, bahkan termasuk salah satu yang tertinggi secara global dengan tingkat adopsi 24,6%. “Di Asia, Indonesia berada di peringkat keempat, dan nilai pasar AI nasional diproyeksikan mencapai US$ 70,6 miliar,” ujarnya.

Untuk mendukung ekosistem tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan Jakarta Creative Hub sebagai pusat pengembangan digital. Saat ini baru satu lantai yang digunakan, namun gedung tersebut memiliki potensi hingga enam lantai dengan luas mencapai 7.000 meter persegi.

Airlangga menekankan ekosistem AI harus dibangun secara kolaboratif dengan melibatkan Kementerian Ekonomi Kreatif, pemerintah daerah, serta sektor swasta. Program ini akan diperluas ke 15 daerah dan menggandeng mitra industri digital seperti Telkom, Jababeka, serta grup MTEK.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 10 triliun bagi pelaku yang mampu menghasilkan produk dan inovasi yang produktif. “Kami berharap realisasi pembiayaan ini dapat dilakukan mulai tahun depan,” tutup Airlangga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bos Amazon Khawatir Keamanan AI Canggih Anthropic

Bos Amazon Khawatir Keamanan AI Canggih Anthropic

OTOTEKNO
Menkomdigi Targetkan Perpres AI Terbit Tahun Ini

Menkomdigi Targetkan Perpres AI Terbit Tahun Ini

OTOTEKNO
YouTube Perketat Aturan Konten AI dengan Sistem Label Otomatis

YouTube Perketat Aturan Konten AI dengan Sistem Label Otomatis

OTOTEKNO
Berharta Rp 17.800 T, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Berkat SpaceX

Berharta Rp 17.800 T, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Berkat SpaceX

EKONOMI
Wall Street Cetak Rekor Baru Ditopang Reli Saham Teknologi dan AI

Wall Street Cetak Rekor Baru Ditopang Reli Saham Teknologi dan AI

EKONOMI
DEN Dukung Reformasi Bea Cukai Berbasis AI dan Digitalisasi

DEN Dukung Reformasi Bea Cukai Berbasis AI dan Digitalisasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon