Dongkrak Harga, Bahlil Pangkas Produksi Nikel dan Batu Bara pada 2026
Sabtu, 20 Desember 2025 | 05:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan akan memangkas target produksi nikel dan batu bara dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk mengendalikan pasokan sekaligus mengangkat harga kedua komoditas tersebut di pasar global.
“Semuanya kami pangkas. Bukan hanya nikel, batu bara pun kami pangkas,” ujar Bahlil usai Konferensi Pers Kesiapan Sektor ESDM Menghadapi Periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Jakarta, Jumat (19/12/2025) dikutip dari Antara.
Menurut Bahlil, pemangkasan target produksi dilakukan sebagai langkah korektif terhadap kondisi pasar, khususnya akibat kelebihan pasokan yang menekan harga komoditas tambang.
Ia menjelaskan, saat ini volume batu bara yang diperdagangkan di pasar global mencapai sekitar 1,3 miliar ton. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyuplai hampir 50%.
“Indonesia sendiri menyuplai sekitar 500–600 juta ton, hampir 50%,” katanya.
Besarnya kontribusi Indonesia terhadap pasokan global dinilai menjadi salah satu faktor utama anjloknya harga batu bara dalam beberapa bulan terakhir. Data harga acuan batu bara (HBA) menunjukkan tren penurunan sejak awal November 2025.
Pada periode I November, HBA turun dari US% 109,74 per ton pada periode II Oktober menjadi US$ 103,75 per ton. Penurunan berlanjut pada periode II November menjadi US$ 102,03 per ton, dan kembali melemah pada periode I Desember ke level US$ 98,26 per ton.
Harga tersebut juga tercatat lebih rendah dibandingkan November 2024 yang berada di level US$ 114,43 per ton. Selain HBA dengan nilai kalor 6.322 kcal/kg, penyesuaian harga juga terjadi pada HBA I, II, dan III.
Bahlil menegaskan tidak akan ragu mengevaluasi RKAB perusahaan tambang yang tidak mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
“Ini kami mengontrol. Bagi perusahaan-perusahaan yang tidak menaati aturan, ya mohon maaf, RKAB-nya juga mungkin akan dilakukan peninjauan,” tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




