Bulog Tambah Stok Beras Sumatera dan Aceh hingga 3 Kali Lipat
Selasa, 30 Desember 2025 | 11:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Perum Bulog menegaskan penguatan stok dan distribusi beras di wilayah Sumatera dilakukan dengan skema pelipatan hingga tiga kali kebutuhan daerah. Langkah ini ditempuh untuk memastikan bantuan pangan pemerintah tersalurkan secara cepat, aman, dan merata.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar ketersediaan beras di tingkat daerah tetap terjaga dan pengajuan tambahan pasokan dapat dilakukan dengan lebih mudah saat stok menipis.
“Dukungan beras sesuai arahan Presiden dilipatgandakan menjadi tiga kali kebutuhan masing-masing kabupaten dan kota,” ujar Rizal seperti dilansir dari Antara, Selasa (30/12/2025).
Ia mencontohkan, Kabupaten Bener Meriah sebelumnya mengajukan tambahan 1.000 ton beras. Namun, Bulog langsung menyiapkan pasokan hingga 3.000 ton agar ketersediaan tetap aman dan proses penyaluran berikutnya dapat berlangsung lebih cepat serta efisien.
Kebijakan serupa juga diterapkan di tingkat provinsi. Untuk Provinsi Aceh yang mengajukan kebutuhan sekitar 100.000 ton beras, Bulog menyiapkan stok hingga tiga kali lipat. Sementara itu, Sumatera Utara yang mengajukan 5.000 ton dipenuhi hingga 15.000 ton.
Seluruh stok beras tersebut disimpan di gudang Bulog. Pemerintah daerah dapat mengambil sesuai kebutuhan, atau Bulog akan mendorong distribusi langsung ke lokasi yang diajukan daerah terdampak.
Rizal menjelaskan, perhatian khusus diberikan kepada wilayah Sumatera setelah Bulog melakukan kunjungan lapangan ke Padang, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sibolga, Takengon, hingga Bener Meriah untuk memastikan kesiapan stok serta kelancaran dukungan pangan pemerintah.
Ia menyebutkan, total distribusi bantuan pemerintah di tiga wilayah utama Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, telah melampaui 200.000 ton beras.
Penyaluran bantuan dilakukan secara sinergis bersama TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pemerintah daerah. Menurut Rizal, distribusi dalam skala besar membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar bantuan dapat tiba tepat waktu dan tepat sasaran.
Meski demikian, tantangan distribusi masih dihadapi di sejumlah wilayah seperti Takengon, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang. Walaupun jalur darat mulai terbuka, sebagian akses masih terbatas dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Bulog juga mendorong penyaluran melalui jalur udara guna memastikan bantuan beras tetap menjangkau wilayah terdampak sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat Sumatera secara berkelanjutan.
“Kami memberi perhatian khusus pada Takengon, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang karena masih membutuhkan upaya tambahan dalam proses distribusi,” kata Rizal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




