B-Universe Gandeng Aliansi Ekonom Bahas Pertumbuhan Ekonomi 6%
Rabu, 14 Januari 2026 | 14:28 WIB
Banten, Beritasatu.com – Media penyiaran terdepan dengan publikasi multiplatform, B-Universe menggandeng Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) dalam The Forum: B-Universe focus group discussion (FGD) yang digelar di Ruang Rinjani, HQ B-Universe PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/1/2026).
The Forum: B-Universe FGD kali ini mengangkat tema Outlook 2026: Atur Strategi Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6%. Sejumlah perwakilan AEI yang menjadi narasumber antara lain Wijayanto Samirin, Mohamad Ikhsan, Teuku Riefky, Rizki Siregar, Vivi Alatas, Lili Yan Ing, dan Mervin Goklas.
Perwakilan AEI sekaligus CEO Asakreativita Vivi Alatas mengapresiasi penyelenggaraan The Forum: B-Universe FGD sebagai forum yang melibatkan lintas pelaku ekonomi dalam mencari solusi bersama bagi masa depan Indonesia.
“Agenda ini sangat baik karena kita semua mencintai Indonesia dan memahami masih banyak persoalan yang membutuhkan pemikiran bersama. Baik dari ekonom, pelaku pasar, maupun media sebagai alat utama untuk memastikan hal ini terjadi. Saling berdiskusi melalui FGD, memikirkan bersama, tentu dalam upaya mencari solusi. Karena pada akhirnya, kita semua mencintai Indonesia,” jelas Vivi.
Vivi menjelaskan, target pertumbuhan ekonomi 6% yang digaungkan pemerintah harus dilakukan secara terencana, terarah, terukur, dan terkoordinasi.
“Dengan cara apa? Apakah itu sudah menjawab persoalan-persoalan pelik bangsa? Apakah hal tersebut menjawab persoalan yang tadi kita tekankan, seperti penurunan middle class? Kemudian juga tentang memastikan adanya certainty dan sebagainya. Itu yang mungkin lebih penting daripada sekadar berbicara soal angka,” jelasnya.
Lebih lanjut, Vivi menyatakan pemerintah perlu mengevaluasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) secara tepat.
“Mungkin sekarang saatnya pada 2026 ini, harapan kita pemerintah Presiden Prabowo sudah bisa melihat pain factor-nya ada di mana. Kemudian memastikan bahwa alokasi anggaran yang memang tidak terlalu besar, karena adanya penurunan penerimaan pajak, sebaiknya dialokasikan ke sektor mana,” papar Vivi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




