Ketua Baru The Fed Dinilai Belum Bisa Goyang Harga Emas
Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Prospek harga emas pada 2026 dinilai belum terdampak secara langsung oleh pencalonan ketua baru Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh. Pasar disebut masih menunggu arah kebijakan moneter yang akan ditempuh di bawah kepemimpinan baru tersebut.
Kepala riset komoditas dan valuta asing Commerzbank Thu Lan Nguyen mengatakan, pelaku pasar belum memiliki cukup dasar untuk mengaitkan pencalonan Warsh dengan pergerakan harga emas.
“Saya tidak akan mengatakan demikian (harga emas terdampak), belum,” ujar Nguyen, dikutip dari Kitco News, Sabtu (31/1/2026).
Ia juga menilai terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Warsh akan bersikap lebih agresif dalam kebijakan moneter dibanding kandidat lainnya.
“Dan, saya tidak akan serta-merta menyebut ketua The Fed yang baru lebih agresif jika itu adalah Kevin Warsh,” lanjutnya.
Nguyen menyoroti perbedaan pandangan di pasar terkait kedekatan kandidat ketua The Fed dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Pasar meragukan apakah Warsh akan setia seperti seseorang seperti Kevin Hassett, yang telah setia untuk beberapa waktu,” katanya.
Selain itu, menurut Nguyen, belum ada kepastian apakah arah kebijakan moneter Warsh akan lebih agresif dibanding ketua The Fed saat ini, Jerome Powell atau justru sebaliknya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dampak penunjukan Warsh terhadap harga emas masih belum jelas, meski harga logam mulia tersebut sempat terkoreksi tajam dari level US$ 5.000 ke kisaran US$ 4.889 per ons troi pada perdagangan Jumat (30/1/2026).
“Dengan dinamika pasar saat ini, sangat sulit untuk membuat perkiraan. Namun, apa yang telah kita lihat dalam beberapa waktu terakhir adalah ketika melihat koreksi ke bawah, ini sering kali dianggap sebagai peluang oleh pasar untuk memasuki posisi beli baru dan biasanya koreksi tersebut tidak berlangsung lama,” jelasnya.
Namun, Nguyen mengingatkan agar pasar tidak terlalu jauh menafsirkan pencalonan Warsh sebagai ketua The Fed.
“Namun, kita harus berhati-hati untuk tidak terlalu banyak menafsirkan (penunjukkan Warsh). Presiden AS telah cukup jelas menyatakan bahwa ia melihat suku bunga yang jauh lebih rendah. (Ada) kemungkinan (Warsh) tidak akan meninggalkan posisi ini dalam waktu dekat, yang berarti bahwa serangan terhadap The Fed mungkin akan berlanjut di bawah kepemimpinan Warsh sebagai Ketua Fed jika ia tidak memenuhi harapan Trump,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




