Biang Kerok Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terendah
Kamis, 5 Februari 2026 | 17:47 WIB
Karakter Bitcoin sebagai Aset Berisiko
Pada 2025, Bitcoin mengalami penurunan lebih dari 6% setelah dua tahun sebelumnya membukukan kenaikan.
Pasar kripto sebetulnya sempat melonjak tajam pada awal tahun setelah terpilihnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikenal ramah terhadap aset kripto. Namun, kripto dan juga pasar saham anjlok pada April 2025 setelah Trump mengumumkan kebijakan tarif baru.
Harga kemudian pulih dengan cepat, mendorong Bitcoin mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$ 126.000 pada awal Oktober 2025. Namun, hanya beberapa hari berselang, tepatnya pada 10 Oktober 2025, pasar kembali tertekan setelah Trump mengumumkan tarif baru atas impor dari China serta mengancam pembatasan ekspor perangkat lunak strategis.
Kondisi tersebut memicu likuidasi lebih dari US$ 19 miliar di pasar kripto dengan leverage, yang tercatat sebagai likuidasi terbesar dalam sejarah kripto.
Gejolak juga terjadi di pasar saham global sepanjang tahun ini. Indeks saham utama dunia berulang kali mencetak rekor tertinggi, tetapi kemudian terkoreksi akibat kekhawatiran terkait tarif, suku bunga, serta potensi gelembung pada saham berbasis AI.
“Pada 2025, pasar menunjukkan bahwa Bitcoin semakin memperlihatkan karakteristik sebagai aset berisiko dalam sistem keuangan global, dengan korelasi yang cukup kuat terhadap pasar saham AS dalam beberapa periode,” ujar Linh Tran, analis pasar senior di XS.com.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




