ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Disorot Moody’s, Istana Tegaskan Fiskal RI Tetap Disiplin

Senin, 9 Februari 2026 | 19:28 WIB
AF
DM
Penulis: Alfida Rizky Febrianna | Editor: DM
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan hingga saat ini pemerintah tetap mematuhi batas defisit fiskal yang telah ditetapkan dalam kebijakan keuangan negara. Hal itu untuk menjaga disiplin fiskal di tengah sorotan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service terhadap pengelolaan anggaran negara.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan hingga saat ini pemerintah tetap mematuhi batas defisit fiskal yang telah ditetapkan dalam kebijakan keuangan negara. Hal itu untuk menjaga disiplin fiskal di tengah sorotan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service terhadap pengelolaan anggaran negara. (Beritasatu.com/Hendro Dahlan Situmorang)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga disiplin fiskal di tengah sorotan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service terhadap pengelolaan anggaran negara.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan hingga saat ini pemerintah tetap mematuhi batas defisit fiskal yang telah ditetapkan dalam kebijakan keuangan negara.

“Selama ini juga tidak ada yang dilanggar. Batasan defisit juga masih terjaga,” ujar Prasetyo seusai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

ADVERTISEMENT

Prasetyo menjelaskan, pemerintah terus berupaya memperkuat fundamental ekonomi nasional dengan mendorong sektor riil serta mengoptimalkan realisasi belanja negara sejak awal tahun. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap berada di jalur positif.

Menurutnya, pengelolaan fiskal yang prudent menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global dan perubahan kebijakan yang sedang berlangsung.

Ia juga menegaskan pemerintah tetap optimistis atas pengelolaan fiskal yang dijalankan saat ini. Komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemeringkat internasional, terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

“Jadi, kita optimistis dengan pengelolaan kita. Komunikasi terus dilaksanakan terkait hal itu,” katanya.

Sebelumnya, Moody’s mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.

Dalam laporannya, Moody’s menekankan pentingnya menjaga prediktabilitas pengambilan kebijakan, kualitas komunikasi publik, serta koordinasi antarkementerian dan lembaga di tengah perubahan tata kelola perekonomian.

Moody’s juga menyoroti perlunya penguatan basis penerimaan negara guna mendukung belanja prioritas pemerintah dan menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dari Beijing, Purbaya Amankan Dana Rp 302 Triliun untuk RI

Dari Beijing, Purbaya Amankan Dana Rp 302 Triliun untuk RI

EKONOMI
Harga Minyak Turun, Golkar Minta Pemerintah Gerak Cepat Benahi Fiskal

Harga Minyak Turun, Golkar Minta Pemerintah Gerak Cepat Benahi Fiskal

NASIONAL
Bantah Rupiah Melemah karena Fiskal Buruk, Purbaya: Ngawur

Bantah Rupiah Melemah karena Fiskal Buruk, Purbaya: Ngawur

EKONOMI
Purbaya: Reformasi Pajak Mulai Ada Hasil, Penerimaan Naik 22 Persen

Purbaya: Reformasi Pajak Mulai Ada Hasil, Penerimaan Naik 22 Persen

EKONOMI
Purbaya: Kondisi APBN Membaik, Defisit Tinggal 0,7 Persen hingga Mei

Purbaya: Kondisi APBN Membaik, Defisit Tinggal 0,7 Persen hingga Mei

EKONOMI
Rupiah Tembus Rp 17.700, Tekanan Fiskal Jadi Sorotan Pasar

Rupiah Tembus Rp 17.700, Tekanan Fiskal Jadi Sorotan Pasar

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon