Menanti Komando Prabowo Pulihkan Peringkat Kredit Indonesia
Selasa, 10 Februari 2026 | 15:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s Investors Service menjadi sinyal peringatan serius bagi perekonomian nasional. Meski peringkat kredit tetap bertahan di level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade, perubahan outlook dari stabil menjadi negatif langsung mengguncang pasar keuangan domestik.
Sejak awal tahun, pasar saham Indonesia tercatat kehilangan kapitalisasi sekitar US$ 120 miliar. Kondisi tersebut, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan pemerintah.
Moody’s menyebut ketidakpastian kebijakan, efektivitas tata kelola, serta kualitas komunikasi publik sebagai faktor utama di balik keputusannya. Penilaian ini muncul hanya sepekan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyoroti isu transparansi yang ikut memicu volatilitas pasar keuangan Indonesia.
Dalam laporan terbarunya, Moody’s juga mengingatkan melemahnya tata kelola berpotensi menurunkan kredibilitas kebijakan jika dibiarkan berlanjut. “Penurunan outlook Moody’s adalah peringatan, yang bisa memicu lembaga pemeringkat lain untuk melakukan hal serupa, terutama jika sifat kebijakan pemerintah tetap tidak pasti,” ujar ekonom OCBC, dikutip dari Reuters, Jumat (6/2/2026).
Saat ini, peringkat Baa2 Moody’s menempatkan Indonesia pada level investasi kedua terendah. Dua lembaga pemeringkat besar lainnya, S&P Global Ratings dan Fitch Ratings, masih mempertahankan outlook stabil. Namun, S&P memberi sinyal kewaspadaan.
“Volatilitas harga saham Indonesia baru-baru ini belum memengaruhi pandangan kami terhadap peringkat negara,” ujar Rain Yin, analis sovereign S&P, melalui email kepada Reuters.
Meski demikian, Yin mengingatkan tekanan bisa meningkat jika kondisi fiskal memburuk tanpa adanya langkah korektif yang meyakinkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




