ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IHSG Tangguh Dekati Level 8.300 di Tengah Sentimen Moody’s-MSCI

Selasa, 17 Februari 2026 | 19:02 WIB
AH
AD
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: AD
IHSG.
IHSG. (Beritasatu Photo/David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 3,49% dalam sepekan terakhir ke level  8.212,271 sebelum memasuki masa libur bursa pada 16-17 Februari 2026 dalam rangka Hari Raya Imlek.

Penguatan tersebut memberi sinyal awal pemulihan pasca isu perubahan klasifikasi indeks global oleh MSCI, meski tekanan eksternal masih membayangi pasar domestik.

Sentimen negatif sempat muncul setelah Moody's memangkas outlook terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk empat bank nasional.

ADVERTISEMENT

Pada sisi lain, FTSE Russell menunda perubahan komposisi indeks terkait Indonesia sambil menunggu hasil reformasi pasar yang dijalankan bursa, dan menegaskan langkah tersebut tidak berkaitan dengan country classification seperti kasus MSCI.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (Ipot), Hari Rachmansyah, mengatakan penguatan IHSG pekan lalu ditopang saham-saham konglomerasi seperti BUMI, RATU, dan BUVA. Namun, tekanan jual asing masih terlihat, terutama pada Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatat outflow Rp 3,8 triliun dalam sepekan dan terkoreksi 6,19%.

“Secara keseluruhan, IHSG mencatat outflow sekitar Rp 6,1 triliun pekan lalu. Hal ini mencerminkan rotasi dan selektivitas investor di tengah dinamika sentimen global dan domestik,” ujar Hari dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).

Ia menambahkan, pergerakan indeks Wall Street seperti S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan Nasdaq Composite masih dipengaruhi rilis data ekonomi AS, termasuk estimasi pertumbuhan PDB serta data belanja dan pendapatan konsumen. Musim laporan keuangan kuartalan dan kekhawatiran terhadap dampak perkembangan AI juga berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi.

Di dalam negeri, pasar akan menantikan hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Februari sebagai sentimen kunci setelah libur panjang. Ekspektasi stabilisasi suku bunga dan arah kebijakan moneter ke depan akan memengaruhi pergerakan aset domestik.

Pertumbuhan kredit perbankan yang tetap sehat dinilai menjadi katalis positif karena mencerminkan perbaikan permintaan sektor riil. Selain itu, progres reformasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar turut memperkuat kepercayaan investor.

“Reformasi pasar memberikan harapan bagi investor terhadap daya tarik pasar modal jangka menengah-panjang, khususnya dalam menarik partisipasi investor asing,” tutup Hari.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

IHSG Naik 2,82 Persen dalam Sepekan

IHSG Naik 2,82 Persen dalam Sepekan

EKONOMI
Short Selling Masih Jadi Pertanyaan, BEI Bakal Temui MSCI

Short Selling Masih Jadi Pertanyaan, BEI Bakal Temui MSCI

EKONOMI
BEI Segera Klarifikasi Review MSCI Soal Penggunaan Bahasa Inggris

BEI Segera Klarifikasi Review MSCI Soal Penggunaan Bahasa Inggris

EKONOMI
IHSG Hari Ini Balik Arah Menguat pada Akhir Penutupan Perdagangan

IHSG Hari Ini Balik Arah Menguat pada Akhir Penutupan Perdagangan

EKONOMI
IHSG Sesi I Jumat Melemah 0,73 Persen, Mayoritas Indeks Sektor Merah

IHSG Sesi I Jumat Melemah 0,73 Persen, Mayoritas Indeks Sektor Merah

EKONOMI
IHSG Jumat 19 Juni 2026 Dibuka Turun Tipis setelah Pengumuman MSCI

IHSG Jumat 19 Juni 2026 Dibuka Turun Tipis setelah Pengumuman MSCI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon