ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

1.000 Unit Pikap Impor dari India Sudah Tiba di Indonesia

Selasa, 24 Februari 2026 | 23:25 WIB
AH
H
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: HE
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota (Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi)

Jakarta, Beritasatu.com – Sebanyak 1.000 unit kendaraan impor jenis pikap dari India yang akan digunakan untuk operasional logistik  Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah tiba di Indonesia pada awal pekan ini. Padahal sebelumnya Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta agar rencana impor pikap dari India ditunda.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan, pihaknya telah membayarkan down payment (DP) sekitar 30% untuk pengadaan 105.000 unit kendaraan dari perusahaan India. Joao menyampaikan, sekitar 1.000 unit di antaranya telah tiba di Indonesia pada awal pekan ini.

“Iya (sudah sampai 1.000 unit),” kata Joao saat ditemui di kantor Agrinas, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

ADVERTISEMENT

Joao menegaskan, pihaknya tetap mendukung penggunaan produk dalam negeri. Namun, kemampuan produksi nasional dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar.

Dalam proses kualifikasi dan negosiasi, Agrinas mengundang sejumlah produsen dalam negeri. Untuk segmen pikap, produsen yang terlibat antara lain Toyota Hilux, Isuzu, Mahindra, dan Mitsubishi Triton. Sedangkan untuk truk roda enam diikuti Isuzu, Hino, dan Foton.

Hasil negosiasi menunjukkan produsen truk lokal hanya mampu menyediakan total 45.000 unit, dengan perincian Mitsubishi Fuso 20.600 unit, Foton Aumark 13.500 unit, Hino 10.000 unit, dan Isuzu Canter 900 unit.

Karena keterbatasan kapasitas tersebut, Agrinas akhirnya memutuskan melakukan pengadaan dari India.

“Jadi saya pikir pengadaan mobil dari India ini cukup fair. Kami sudah beri kesempatan kepada semua pihak dan ternyata memang produsen kita belum mampu,” katanya.

Joao juga menilai skema harga dari produsen dalam negeri kurang kompetitif meskipun pembelian dilakukan dalam jumlah besar.

"Saya pikir kalau bisa kita dapatkan yang lebih kuat dan lebih murah, kenapa kita harus beli yang lebih lemah dan lebih mahal?" pungkasnya.

Sebagai informasi, Agrinas memperoleh dukungan pendanaan dari bank-bank Himbara sebesar Rp 200 triliun untuk pembangunan 80.000 kopdes. Hingga saat ini, realisasi pendanaan telah mencapai Rp 90 triliun.

Dari total target tersebut, sebanyak 1.357 unit kopdes telah selesai dibangun, sementara sekitar 30.500 unit lainnya dalam tahap mendekati penyelesaian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dirut Agrinas Akan Temui Dasco Bahas Penundaan Impor Pikap dari India

Dirut Agrinas Akan Temui Dasco Bahas Penundaan Impor Pikap dari India

EKONOMI
Heboh Impor Pikap, Dirut Agrinas Singgung Ada Bisnis yang Terganggu

Heboh Impor Pikap, Dirut Agrinas Singgung Ada Bisnis yang Terganggu

EKONOMI
IATO: Produksi Pikap Lokal Dongkrak Ekonomi Domestik

IATO: Produksi Pikap Lokal Dongkrak Ekonomi Domestik

EKONOMI
Gaikindo: Jika Aturan Sama, Pikap Lokal Bisa Saingi Truk 4x4 India

Gaikindo: Jika Aturan Sama, Pikap Lokal Bisa Saingi Truk 4x4 India

OTOTEKNO
KPK Ingatkan Pengadaan 105.000 Pikap dari India Harus Taat Prosedur

KPK Ingatkan Pengadaan 105.000 Pikap dari India Harus Taat Prosedur

NASIONAL
Anggaran Impor 105.000 Pikap India Diambil dari Dana Desa

Anggaran Impor 105.000 Pikap India Diambil dari Dana Desa

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon