Kondisi Terkini Selat Hormuz yang Jadi Penentu Harga Energi
Selasa, 3 Maret 2026 | 09:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak dunia melonjak pada Senin (2/3/2026) karena perang yang meluas di Iran mengganggu lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz. Kondisi ini menyoroti betapa pentingnya jalur tersebut bagi pasokan minyak global.
Selat Hormuz adalah mulut sempit Teluk Persia yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Kapal tanker yang melintas membawa minyak dan gas dari Arab Saudi, Kuwait, Irak, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Iran. Sebagian besar minyak ini dikirim ke Asia.
Gangguan sedikit saja di Selat Hormuz bisa berdampak besar bagi perdagangan minyak.
“Skala risiko yang dipertaruhkan tidak bisa diremehkan,” kata Hakan Kaya, manajer portofolio senior di perusahaan manajemen investasi Neuberger Berman, dikutip dari AP.
“Apabila gangguan sebagian berlangsung satu atau dua minggu, perusahaan minyak masih bisa mengatasinya. Namun, apabila jalur ditutup sepenuhnya selama sebulan atau lebih, harga minyak yang saat ini sekitar US$ 70 per barel bisa melonjak ke angka tiga digit, dan harga gas alam Eropa bisa menyentuh atau melewati level krisis 2022," lanjutnya.
Jalur Penting Bagi Pengiriman Global
Selat Hormuz memiliki lebar sekitar 33 kilometer (21 mil) di titik tersempitnya dan menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Dari Teluk Oman, kapal bisa melanjutkan perjalanan ke seluruh dunia.
Meskipun wilayah perairan dikuasai Iran dan Oman, selat ini dianggap jalur internasional yang bisa dilalui semua kapal. Uni Emirat Arab, termasuk kota Dubai, juga berada dekat jalur ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




