3,6 Juta Kendaraan Diprediksi Melintas, Stok BBM di Banten Aman
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:51 WIB
Ciputat, Beritasatu.com – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan, pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Banten dalam kondisi aman menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Lonjakan kendaraan diperkirakan mencapai 3,6 juta unit yang melintas di jalur tol menuju Banten selama periode mudik tahun ini.
Fuel Terminal Manager Tanjung Gerem, Muhammad Sori mengatakan, kondisi operasional terminal saat ini stabil dan distribusi BBM ke seluruh SPBU berjalan lancar.
“Secara operasional saat ini dalam kondisi aman. Mobilisasi distribusi ke seluruh SPBU berjalan lancar dan tidak ada hambatan berarti,” ujar Muhammaad Sori kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, konsumsi BBM jenis gasoline seperti Pertalite dan Pertamax diperkirakan meningkat hingga 9,6% selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Sementara konsumsi gasoil diprediksi turun sekitar 27,3% dibandingkan kondisi normal.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina menerapkan pola distribusi RAE (Regular, Alternative, Emergency). Mekanisme ini memungkinkan pengalihan suplai secara estafet dari Integrated Terminal Jakarta menuju SPBU di wilayah Tangerang, hingga Cikampek dan Balongan.
Sales Area Manager Retail Banten, Agung Kaharesa Wijaya menambahkan, jumlah kendaraan yang melintas di Banten saat mudik tahun ini meningkat dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026 tercatat sekitar 2,9 juta kendaraan.
“Dari total kendaraan tersebut, sekitar 28,9 persen diperkirakan menuju Provinsi Banten. Kami sudah melakukan proyeksi kebutuhan BBM dan berkoordinasi dengan tim operasional terminal agar pasokan tetap aman,” jelasnya.
Untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar, Pertamina menyiagakan 210 SPBU yang beroperasi 24 jam, 11 mobil tangki standby sebagai SPBU kantong, serta layanan motoris BBM di 13 titik strategis yang dapat diakses melalui Call Center 135.
Mobil tangki cadangan juga ditempatkan di sejumlah titik rawan kepadatan seperti KM 43 dan KM 71 jalur tol, serta kawasan wisata Anyer dan Carita. Selain itu, tim motoris disiagakan di jalur penyeberangan Merak-Cilegon.
Pertamina juga menyediakan layanan tambahan bagi pemudik melalui Serambi MyPertamina di rest area KM 43. Fasilitas ini menyediakan layanan kesehatan, pijat, barber, hingga area bermain anak secara gratis.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria menegaskan, satgas Rafi telah aktif bekerja untuk memastikan kelancaran suplai energi selama Ramadan dan Idulfitri.
“Kami memproyeksikan akan terjadi peningkatan konsumsi BBM, khususnya gasoline sebesar 9,6 persen dari rata-rata harian normal,” ujarnya.
Satria menambahkan, armada Pertamina Delivery Service (PDS) juga disiagakan untuk membantu pemudik yang kehabisan BBM di perjalanan, khususnya di jalur tol yang rawan kemacetan.
Selain itu, Pertamina menyiapkan SPBU modular di rest area yang belum memiliki fasilitas pengisian BBM permanen. Perusahaan juga berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk memberikan prioritas akses bagi mobil tangki saat terjadi kemacetan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena stok BBM dipastikan aman dan distribusi akan terus kami jaga selama periode mudik dan balik Lebaran,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




