ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Pastikan Stok Kebutuhan Pupuk Aman, Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Sisa Produksi ke Negara Sahabat

Rabu, 1 April 2026 | 18:12 WIB
SH
YM
Penulis: Sopian Hadi | Editor: YM
Konferensi Argus Fertilizer Asia tahun 2026 sebagai acara perdagangan pupuk terbesar di Asia.
Konferensi Argus Fertilizer Asia tahun 2026 sebagai acara perdagangan pupuk terbesar di Asia. (Beritasatu.com/Sopian Hadi)

Badung, Beritasatu.com - Konferensi Argus Fertilizer Asia tahun 2026 berlangsung dari tanggal 31 Maret hingga 2 April 2026 sebagai acara perdagangan pupuk terbesar di Asia. Konferensi ini mengumpulkan para pemimpin industri untuk berjejaring, mendapatkan wawasan pasar, dan berdiskusi tentang pupuk. Pertemuan ini mempertemukan tiga perusahaan besar yakni Pupuk Indonesia, Brunei Fertilizers Industries serta Petronas. Indonesia memastikan kebutuhan pupuk aman dan sisa produksi akan siap di ekspor ke negara-negara sahabat.

Dengan adanya konferensi ini, bisa membangun struktur perjanjian untuk pasokan jangka panjang di kawasan asia. Indonesia siap mendistribusikan pupuk ke negara-negara sahabat.

Indonesia sendiri mampu memproduksi sekitar 14,5 juta ton per tahun, dengan hasil tersebut menempatkan Indonesia di antara tujuh produsen terbesar dunia, di mana Indonesia sendiri memiliki surplus ekspor sekitar 1,5 hingga 2  juta ton pupuk urea per tahun.

Pupuk urea tidak hanya untuk pangan. Sekitar 30% produktivitas pertanian dunia bergantung pada pupuk. Selain itu, urea juga digunakan dalam diesel exhaust fluid (DEF) untuk kendaraan standar emisi Euro 5 dan Euro 6. Kekurangan urea tidak hanya berdampak pada produksi pangan, tetapi juga pada logistik dan rantai pasok global.

ADVERTISEMENT

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono Rabu siang (1/4/2026) mengatakan, Indonesia bukan lagi sekadar penerima harga pasar, tetapi ingin menjadi penyeimbang. Ketika pasar terganggu oleh gejolak perang Israel Iran dan Amerika Serikat, Indonesia dapat merespons negara-negara yang ingin terhadap pupuk Indonesia. Ketika pembeli membutuhkan pasokan yang stabil dan tidak terpengaruh politik ekspor negara lain, Indonesia siap hadir.

"Indonesia saat krisis ini untuk urusan pupuk Insya Allah aman, kebutuhan urea kita dapat kita penuhi dan bahkan sekarang ini ada gangguan di selat Hormuz jadi sulit untuk urusa suplai maka Indonesia saat ini sedang di cari oleh negara-negara lain untuk bisa menginpor pupuk urea nya dari Indonesia. Saat ini Indonesia sendiri bisa memproduksi 14,5 hingga 15  juta ton per tahun dan kita pakai juga untuk petani kita jadi kalau ada sisa produksi kita tahun ini ada 1,5 juta ton dan sisa ini banyak diminati oleh banyak negara,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Rahmat Pribadi selaku Executive Officer Pupuk Indonesia mengatakan, dalam situasi dunia sedang bergejolak, produsen pupuk se asia tenggara bisa bersatu untuk mendukung pupuk yang dibutuhkan oleh negara-negara sahabat.

"Kita bertiga sudah menyepakati sejak tahun lalu, bahwa kita sadar situasi itu tidak bisa diharapkan baik-baik saja, jadi kita sudah mengantisipasi jika nanti terjadi gejolak bagaimana dan apa respon dari produsen pupuk khususnya yang ada di Asia Tenggara. Sejak tahun lalu kita berdiskusi secara intensif dengan Brunei Fertilizers Industries dan Petronas grup kita harus membentuk sebuah platform dimana kita bisa melakukan kolaborasi secara lebih intensif dan hari ini kita inagurasikan di saat yang tepat. Ini menunjukkan ketika dunia sedang bergejolak, para produsen pupuk se-Asia Tenggara bersepakat untuk bersatu dan kita akan dukung kebutuhan pupuk yang dibutuhkan oleh negara-negara sahabat," ujarnya.

Chief Executive Officer Brunei Fertilizers Industries, Harri Kiiski mengaku, dalam situasi bergejolak saat ini kebutuhan pupuk sangat dibutuhkan. Baginya, untuk mendukung negara-negara lain yang membutuhkan pupuk untuk pangan dibutuhkan kebijakan serta aturan di negara ASEAN.

"Pertama, mari kita mulai dari krisis global yang sedang kita hadapi saat ini. Penting untuk disadari bahwa sekitar 50% populasi dunia dapat terpenuhi kebutuhan pangannya berkat pupuk. Jika kita berbicara dalam konteks ASEAN, di kawasan ini terdapat beberapa pemain besar termasuk Vietnam dan Laos yang berperan dalam memasok pupuk bagi komunitas ASEAN. Bagi industri, sangat penting untuk memiliki level playing field, yaitu kesetaraan dalam aturan dan kebijakan di seluruh negara ASEAN," ucapnya.

Ia pun menekankan, sangat perlu  dibutuhkan dari setiap industri adalah adanya kesamaan regulasi. Kontribusi industri terhadap upaya dekarbonisasi di masa depan juga harus dilakukan dalam kondisi yang setara.

"Pada tataran konsep besar, yang dibutuhkan industri adalah adanya kesamaan regulasi. Selain itu, yang tak kalah penting adalah berbagi praktik terbaik (best practices) guna memastikan para pekerja berada dalam lingkungan kerja yang aman. Kontribusi industri terhadap upaya dekarbonisasi di masa depan juga harus dilakukan dalam kondisi yang setara. Perlu dipahami bahwa ini membutuhkan investasi bernilai miliaran dolar, yang akan kembali menjadi perhatian ketika isu keberlanjutan mencuat lagi. Saat ini, isu tersebut mungkin tertutupi oleh krisis di Selat Hormuz, namun ke depan akan kembali menjadi fokus utama," ujarnya.

Saat ini di Indonesia ada lima produsen pupuk di antaranya Pupuk Iskandar Muda (Aceh), Pupuk Kujang Cikampek (Jawa Barat), Pusri (Palembang), Petrokimia Gresik (Jawa Timur) dan Pupuk Kalimantan Timur.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Stok Pupuk Aman, RI Jajaki Ekspor ke India dan Australia

Stok Pupuk Aman, RI Jajaki Ekspor ke India dan Australia

EKONOMI
NPK Phonska Plus, Produk Unggulan Pupuk Indonesia Jadi Pilihan Utama Konsumen di WOW Brand Award 2026

NPK Phonska Plus, Produk Unggulan Pupuk Indonesia Jadi Pilihan Utama Konsumen di WOW Brand Award 2026

EKONOMI
Australia dan India Berebut Pupuk dari Indonesia

Australia dan India Berebut Pupuk dari Indonesia

EKONOMI
Pemkab Ngawi Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman di Tengah Gejolak Global

Pemkab Ngawi Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman di Tengah Gejolak Global

JAWA TIMUR
Mentan Ungkap 3 Negara Minat Pupuk RI karena Selat Hormuz Ditutup

Mentan Ungkap 3 Negara Minat Pupuk RI karena Selat Hormuz Ditutup

EKONOMI
Perang Iran-Amerika Malah Untungkan Pupuk Urea Indonesia

Perang Iran-Amerika Malah Untungkan Pupuk Urea Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon