ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Stok Pupuk Aman, RI Jajaki Ekspor ke India dan Australia

Senin, 27 April 2026 | 13:25 WIB
EM
IC
Penulis: Erfan Maruf | Editor: CAH
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk nasional tetap aman meski terjadi gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk nasional tetap aman meski terjadi gejolak global akibat konflik di Timur Tengah. (Beritasatu.com/Erfan Maruf)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk nasional tetap aman meski terjadi gejolak global akibat konflik di Timur Tengah. Pemerintah bahkan mencatat adanya surplus produksi yang berpotensi diekspor ke sejumlah negara.

Sudaryono menyebut, konflik global telah memengaruhi distribusi pupuk dunia, mengingat sebagian besar pasokan melewati jalur strategis internasional. Namun, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap stok dalam negeri sehingga petani tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk. 

“Jadi, saya mau kasih kejelasan atau ketegasan kepada petani kita, enggak perlu panik, enggak perlu ribut, enggak perlu bingung, pupuk tersedia,” kata Sudaryono, Senin (26/4/2026).

ADVERTISEMENT

Pemerintah mencatat produksi pupuk nasional mencapai 14,5 juta ton untuk memenuhi kebutuhan subsidi dalam negeri. Dari jumlah tersebut, terdapat potensi kelebihan pasokan sekitar 1,5 juta ton.

Surplus tersebut membuka peluang ekspor, terutama ke negara-negara yang mengalami gangguan pasokan akibat konflik global. Sudaryono mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah negara, termasuk India dan Australia.

“Saya sudah ketemu dengan dua duta besar dari India dan Australia. Jadi, nanti sebagian kita kirim ke negara-negara yang memang membutuhkan,” katanya.

Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan dalam negeri sebelum menyalurkan ke pasar internasional. “Secara pasti saya yakinkan bahwa pupuk kita cukup untuk dalam negeri, ada ekses pun itu kita prioritaskan dalam negeri dahulu, baru sisanya kita kirim ke luar negeri. Jadi, no worries untuk urusan itu,” ujarnya.

Pada sisi lain, harga pupuk global mengalami kenaikan signifikan seiring terganggunya rantai pasok. Harga urea dunia saat ini disebut telah mencapai sekitar US$ 850 per ton.

Sementara itu, terkait potensi ekspor ke negara lain seperti Filipina dan Brasil, Sudaryono menyebut pembicaraan masih berada pada tahap awal, terutama dalam skema business-to-business (B2B).

Ia menegaskan, kebijakan ekspor tetap mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kebutuhan domestik sebagai prioritas utama.

“Intinya sesuai dengan pesan dari presiden kita, bahwa kita prioritaskan dulu kebutuhan dalam negeri kita, kalau ada ekses, maka negara-negara sahabat yang penting bagi Indonesia harus kita layani semua,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

NPK Phonska Plus, Produk Unggulan Pupuk Indonesia Jadi Pilihan Utama Konsumen di WOW Brand Award 2026

NPK Phonska Plus, Produk Unggulan Pupuk Indonesia Jadi Pilihan Utama Konsumen di WOW Brand Award 2026

EKONOMI
Australia dan India Berebut Pupuk dari Indonesia

Australia dan India Berebut Pupuk dari Indonesia

EKONOMI
Pemkab Ngawi Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman di Tengah Gejolak Global

Pemkab Ngawi Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman di Tengah Gejolak Global

JAWA TIMUR
Mentan Ungkap 3 Negara Minat Pupuk RI karena Selat Hormuz Ditutup

Mentan Ungkap 3 Negara Minat Pupuk RI karena Selat Hormuz Ditutup

EKONOMI
Indonesia Pastikan Stok Kebutuhan Pupuk Aman, Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Sisa Produksi ke Negara Sahabat

Indonesia Pastikan Stok Kebutuhan Pupuk Aman, Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Sisa Produksi ke Negara Sahabat

EKONOMI
Perang Iran-Amerika Malah Untungkan Pupuk Urea Indonesia

Perang Iran-Amerika Malah Untungkan Pupuk Urea Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon