ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mentan Ungkap 3 Negara Minat Pupuk RI karena Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 5 April 2026 | 17:36 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Pekerja menata pupuk urea di gudang distributor pupuk Indonesia di Lopang, Serang, Banten.
Pekerja menata pupuk urea di gudang distributor pupuk Indonesia di Lopang, Serang, Banten. (Antara/Asep Fathulrahman)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan tiga negara mengajukan permintaan impor pupuk urea dari Indonesia di tengah penutupan Selat Hormuz. Hal ini dinilai menunjukkan kuatnya posisi Indonesia sebagai produsen global strategis.

“Kita akan ekspor pupuk urea karena kita produsen urea, beberapa negara sudah meminta. Ada tiga negara meminta,” kata Mentan dilansir dari Antara, Minggu (5/4/2026).

Namun, Mentan belum mengungkapkan negara-negara tersebut karena proses negosiasi masih berlangsung. Ia berharap kesepakatan nantinya dapat memberikan nilai tambah dan keuntungan optimal bagi Indonesia.

“Ya nanti, kan ini masih nego (negosiasi), supaya harga kita agak lebih bagus,” ujar Amran.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Amran mengatakan pemerintah telah mengamankan pasokan pupuk sejak awal tahun melalui pembelian bahan baku sehingga ketersediaan nasional tetap terjaga.

Menurut Mentan, langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan sektor pertanian, termasuk memastikan ketersediaan sarana produksi di tengah dinamika global.

Ia juga menegaskan ketegangan politik di kawasan Timur Tengah tidak berdampak signifikan terhadap harga pangan di Indonesia karena stok beras nasional dalam kondisi aman. Persediaan saat ini mencapai 4,5 juta ton atau cukup untuk 11 bulan ke depan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyatakan ekspor pupuk urea tetap dilakukan sepanjang kebutuhan domestik terpenuhi.

Dalam kondisi saat ini, Indonesia masih mampu mengekspor pupuk urea untuk membantu memenuhi kebutuhan negara-negara yang mengalami keterbatasan pasokan di tengah penutupan Selat Hormuz akibat gejolak global di Timur Tengah.

Ia juga menjelaskan kapasitas produksi pupuk urea nasional mencapai 8,8 juta ton secara operasional, dengan kapasitas terpasang sebesar 9,4 juta ton.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

PM Australia Telepon Prabowo setelah RI Setujui Ekspor Pupuk

PM Australia Telepon Prabowo setelah RI Setujui Ekspor Pupuk

EKONOMI
Pupuk Indonesia Dinilai Mampu Jaga Pasokan di Tengah Gejolak Global

Pupuk Indonesia Dinilai Mampu Jaga Pasokan di Tengah Gejolak Global

EKONOMI
Surplus Pupuk 1,5 Juta Ton, RI Siap Ekspor Urea ke India

Surplus Pupuk 1,5 Juta Ton, RI Siap Ekspor Urea ke India

EKONOMI
Bahas Pasokan Pupuk Urea, Kedubes Australia Temui Wamentan

Bahas Pasokan Pupuk Urea, Kedubes Australia Temui Wamentan

EKONOMI
RI Berpeluang Ekspor Pupuk 2 Juta Ton Saat Pasokan Global Terganggu

RI Berpeluang Ekspor Pupuk 2 Juta Ton Saat Pasokan Global Terganggu

EKONOMI
Pasokan Pupuk Urea RI Aman di Tengah Perang dan Konflik Selat Hormuz

Pasokan Pupuk Urea RI Aman di Tengah Perang dan Konflik Selat Hormuz

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon