Australia dan India Berebut Pupuk dari Indonesia
Jumat, 17 April 2026 | 13:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah negara seperti Australia, India, Filipina, dan Brasil berebut menginginkan pupuk dari Indonesia. Kebutuhan pupuk meningkat seiring ditutupnya Selat Hormuz.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi mengungkapkan pihaknya akan melakukan perhitungan secara matang untuk memastikan tren kebutuhan petani dalam negeri terlebih dahulu.
“Kita sedang hitung. Kalau hitungan harian seharusnya hari ini sudah bisa. Tetapi Pak Wamen tadi hitung lagi, hitung lagi,” kata Rahmad kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, meskipun secara tahunan Indonesia memiliki kelebihan pasokan pupuk, faktor waktu atau timing distribusi menjadi pertimbangan utama agar tidak mengganggu kebutuhan petani.
“Kalau secara tahun aman. Tetapi kita mau memastikan timing-nya. Pupuk harus tersedia saat dibutuhkan, itu yang dipastikan tadi oleh Pak Menteri,” jelas Rahmad.
Ia menambahkan, stok pupuk nasional saat ini berada di kisaran 1,2 juta ton, dengan dukungan produksi harian yang cukup besar, yakni sekitar 25.000 ton untuk urea dan 15.000 ton untuk NPK.
“Jadi 1,2 juta ton ditambah dengan produksi kita setiap hari, untuk urea sekitar 25.000 ton per hari. Ditambah NPK kira-kira sekitar 15.000 ton per hari. Jadi sangat cukup,” ujarnya.
Di sisi lain, serapan pupuk harian tercatat sekitar 30.000 ton dan mulai mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. “Serapan harian sudah mulai sedikit melandai, tidak setinggi pada Februari,” ujarnya.
Rahmad menjelaskan, adanya selisih antara kapasitas produksi dan serapan membuka peluang ekspor. Namun, pemerintah tetap berhati-hati dengan terus memantau tren konsumsi, terutama karena faktor cuaca dan musim tanam.
“Artinya, jika dihitung dari total kapasitas produksi harian dengan penyerapan pupuk harian, terlihat ada window. Tetapi harus dihitung akurat, jangan sampai meleset,” katanya.
Ia menegaskan, ekspor baru akan dilakukan apabila terdapat keyakinan penuh bahwa kebutuhan dalam negeri benar-benar terpenuhi. “Kalau tren konsumsi terus menurun, itu saatnya mengekspor,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menerima kunjungan Duta Besar India dan Australia untuk Indonesia. Selain itu, Filipina dan Brasil juga telah menjalin komunikasi untuk mengimpor pupuk dari Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
NPK Phonska Plus, Produk Unggulan Pupuk Indonesia Jadi Pilihan Utama Konsumen di WOW Brand Award 2026
EKONOMIBERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




