Jumlah Investor Pasar Modal Bertambah Saat IHSG Terkoreksi Maret 2026
Senin, 6 April 2026 | 13:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal domestik terus meningkat meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada Maret 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, IHSG ditutup di level 7.048,22 pada akhir Maret 2026 atau terkoreksi 14,42% secara bulanan (month-to-month). Namun, di tengah koreksi tersebut, jumlah investor justru bertambah signifikan.
"Hingga Maret 2026, tercatat penambahan 1,78 juta investor baru sehingga total investor mencapai 24,74 juta, atau tumbuh 21,51% secara year-to-date," ucapnya dalam konferensi pers rapat dewan komisaris bulanan (RDKB) OJK, Senin (6/4/2026).
OJK menilai, secara umum resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik masih terjaga di tengah tekanan global, termasuk dampak eskalasi konflik Timur Tengah dan kenaikan harga energi.
Namun, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham sebesar Rp 23,34 triliun. Tekanan jual tersebut antara lain dipengaruhi transaksi di pasar negosiasi pada sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia.
Di pasar obligasi, indeks obligasi Indonesia atau Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun 2,03% secara bulanan dan 1,74% secara year-to-date, mencerminkan meningkatnya persepsi risiko global.
Sementara itu, di pasar surat berharga negara (SBN), investor nonresiden juga mencatatkan net sell sebesar Rp 21,80 triliun.
Pada sisi lain, industri pengelolaan investasi masih menunjukkan kinerja relatif stabil. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp 695,71 triliun, turun 2,51% secara bulanan tetapi tetap tumbuh 3,02% sejak awal tahun. Kinerja tersebut ditopang oleh arus dana masuk (net subscription) yang mencapai Rp 29,12 triliun.
OJK menegaskan pasar modal tetap berperan penting sebagai sumber pembiayaan jangka panjang. Hingga Maret 2026, nilai penghimpunan dana (fundraising) korporasi telah mencapai Rp 51,96 triliun, dengan 53 rencana penawaran umum masih dalam antrean (pipeline).
Pada skema securities crowdfunding (SCF), dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 18,07 miliar sepanjang Maret 2026. Sementara itu, di pasar derivatif keuangan, volume transaksi tercatat 34.480 lot dengan frekuensi 308.260 transaksi.
Adapun di bursa karbon, jumlah pengguna jasa yang terdaftar mencapai 153 pihak, dengan tambahan volume transaksi sebesar 43.117 ton setara karbon (tCO2e). Secara akumulatif, nilai transaksi bursa karbon telah mencapai Rp 93,71 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




