RI Diminta Tiru Malaysia Soal Penyaluran Subsidi BBM
Jumat, 10 April 2026 | 05:32 WIB
Sofyano juga menilai sistem berbasis kendaraan dan barcode yang diterapkan di Indonesia belum cukup efektif karena masih menyisakan celah penyalahgunaan, seperti pengisian berulang dan distribusi ilegal.
Sebaliknya, pendekatan berbasis individu seperti di Malaysia dinilai lebih sulit dimanipulasi.
Meski demikian, ia mengingatkan sistem kuota juga memiliki risiko, terutama bagi kelompok pengguna BBM dengan kebutuhan tinggi seperti sektor transportasi. Selain itu, kebijakan yang terlalu ketat berpotensi menimbulkan resistensi publik jika tidak disertai komunikasi yang baik.
“Indonesia memang relatif stabil karena harga dijaga rendah. Namun, stabilitas tersebut memiliki konsekuensi besar terhadap beban APBN dan ketepatan sasaran subsidi,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




