ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga LPG Nonsubsidi Ukuran 12 Kg Naik Jadi Rp 228.000 Per Tabung

Minggu, 19 April 2026 | 15:33 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Gas 12 kg.
Gas 12 kg. (BeritaSatu Photo/Emral Firdiansyah)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kg dari Rp 192.000 menjadi Rp 228.000 per tabung atau naik 18,75%. Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak 2023 dan mulai berlaku per 18 April 2026.

Berdasarkan informasi dari laman resmi perusahaan, harga Rp 228.000 per tabung berlaku untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Sementara itu, daerah lain mengalami penyesuaian harga sesuai biaya distribusi masing-masing wilayah.

Selain LPG 12 kg, harga LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg juga ikut naik sebesar 18,89%, dari Rp 90.000 menjadi Rp 107.000 per tabung di wilayah yang sama.

ADVERTISEMENT

Penyesuaian harga ini merupakan yang pertama sejak November 2023. Saat itu, harga LPG 12 kg justru diturunkan menjadi Rp192.000 per tabung, dipengaruhi oleh penurunan contract price Aramco (CPA) dan penguatan nilai tukar rupiah.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menyampaikan bahwa kenaikan harga LPG tidak terlepas dari lonjakan harga minyak global.

Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Maret 2026 tercatat sebesar US$ 102,26 per barel, naik signifikan dibandingkan Februari.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dipicu oleh ketegangan geopolitik global.

Menurutnya, konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak langsung terhadap pasokan energi dunia.

Salah satu faktor utama adalah terganggunya jalur distribusi energi global, termasuk di Selat Hormuz yang selama ini dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Selain itu, serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah turut memperparah tekanan terhadap pasokan dan harga energi global.

Kenaikan harga LPG nonsubsidi ini diperkirakan akan menambah pengeluaran rumah tangga kelas menengah ke atas, serta pelaku usaha kecil yang menggunakan LPG nonsubsidi.

Di tengah tekanan harga energi global, penyesuaian ini mencerminkan upaya penyesuaian harga domestik terhadap kondisi pasar internasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon