ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Emas Berpotensi Koreksi, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga AS

Selasa, 21 April 2026 | 12:08 WIB
AH
AD
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: AD
Daftar negara yang menggunakan emas sebagai cadangan strategis.
Daftar negara yang menggunakan emas sebagai cadangan strategis. (Pexels/Zlaťáky.cz)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak terbatas dalam fase konsolidasi, seiring pelaku pasar yang menunggu kepastian arah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, pergerakan emas saat ini belum menunjukkan tren yang kuat. Namun, peluang kenaikan dalam jangka menengah masih terbuka.

"Harga emas saat ini berada di area konsolidasi, mencerminkan sikap pasar yang cenderung menunggu. Harga belum mampu menembus level resistance untuk melanjutkan kenaikan, namun juga belum menembus support yang dapat memicu penurunan lebih dalam," ucapnya pada Selasa (21/4/2026).

ADVERTISEMENT

Secara teknikal, area support di level US$ 4.737 dinilai menjadi titik krusial. Jika pada level tersebut muncul sinyal pembalikan seperti pola bullish, maka peluang kenaikan kembali terbuka.

Apabila terjadi rebound, harga emas berpotensi menguji resistance terdekat di US$ 4.890. Jika level tersebut berhasil ditembus, maka target lanjutan menuju US$ 5.004 berpeluang tercapai.

Dari sisi fundamental, pergerakan emas yang cenderung sideways dipengaruhi sikap wait and see investor terhadap kebijakan suku bunga AS. Ketidakpastian arah kebijakan membuat pasar bergerak lebih berhati-hati.

Dalam jangka pendek, harga emas berisiko tertekan jika dolar AS menguat atau imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat. Kondisi ini biasanya mendorong investor beralih ke aset berbasis imbal hasil.

Namun, untuk jangka menengah, prospek emas masih dinilai positif. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank sentral AS berpotensi mendukung kenaikan harga emas.

Selain itu, tingginya ketidakpastian global, termasuk risiko perlambatan ekonomi dan ketegangan geopolitik, tetap menjaga permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Faktor lain yang menopang adalah pembelian emas oleh bank sentral global yang masih berlangsung, menegaskan peran strategis emas dalam menjaga stabilitas cadangan devisa.

Secara keseluruhan, harga emas saat ini masih berada dalam fase konsolidasi dengan potensi koreksi jangka pendek menuju area US$ 4.737. Selama level tersebut bertahan, peluang penguatan kembali ke kisaran US$ 4.890 hingga US$ 5.004 tetap terbuka.

Mengutip data Bloomberg pada Selasa (21/4/2026) pukul 10.30 WIB, harga emas dunia tercatat turun 0,48% ke level US$ 4.797 per ons troi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Permintaan Emas di India dan China Masih Lesu meski Harga Turun

Permintaan Emas di India dan China Masih Lesu meski Harga Turun

EKONOMI
Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Tiga Minggu Beruntun

Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Tiga Minggu Beruntun

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia: Turun Tajam 1,5 Persen, Perak 1,8 Persen

Update Harga Emas Dunia: Turun Tajam 1,5 Persen, Perak 1,8 Persen

EKONOMI
Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen Tertekan Sentimen Hawkish The Fed

Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen Tertekan Sentimen Hawkish The Fed

EKONOMI
Pesona Emas Dunia Pudar Akibat Kebijakan The Fed

Pesona Emas Dunia Pudar Akibat Kebijakan The Fed

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia: Turun Tertekan Dolar AS

Update Harga Emas Dunia: Turun Tertekan Dolar AS

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon