ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Baker Hughes Prediksi Selat Hormuz Akan Normal setelah Juni 2026

Senin, 27 April 2026 | 05:06 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Selat Hormuz
Selat Hormuz (Wikimedia Commons/NASA GSFC)

Jakarta, Beritasatu.com – Perusahaan jasa ladang minyak global Baker Hughes memperkirakan Selat Hormuz belum akan kembali beroperasi normal dalam beberapa bulan ke depan di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Chief Financial Officer Baker Hughes Ahmed Moghal mengatakan perusahaan mengasumsikan konflik masih akan berlanjut hingga akhir Juni 2026. Dalam proyeksinya, Selat Hormuz diperkirakan baru kembali berfungsi penuh pada paruh kedua tahun ini.

“Masih ada ketidakpastian besar terkait durasi dan kedalaman konflik ini,” ujar Moghal dalam paparan kinerja kuartal I perusahaan.

Sebagai salah satu perusahaan jasa pengeboran minyak terbesar di dunia dengan bisnis besar di Timur Tengah, pandangan Baker Hughes mencerminkan kekhawatiran luas di industri energi global.

ADVERTISEMENT

Survei Federal Reserve Bank of Dallas terhadap hampir 100 eksekutif minyak dan gas menunjukkan sekitar 80% responden memperkirakan Selat Hormuz tidak akan kembali normal hingga Agustus 2026 atau lebih lama. Bahkan, lebih dari 80% responden menilai gangguan di jalur tersebut masih sangat mungkin terjadi ke depan.

Chief Executive Officer Baker Hughes Lorenzo Simonelli menilai risiko geopolitik kini menjadi faktor struktural dalam pasar energi global pascakonflik Iran.

Menurutnya, penutupan Selat Hormuz telah mengganggu sekitar 10% pasokan minyak global serta menghentikan sekitar 20% pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dunia.

Kondisi tersebut diperkirakan akan memicu premi risiko yang lebih tinggi dan berkepanjangan terhadap harga minyak dan LNG.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan paling vital di dunia, khususnya untuk distribusi energi. Sebelum konflik, sekitar 20% pasokan minyak global melewati jalur ini.

Namun, serangan terhadap kapal tanker oleh Iran menyebabkan gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah. Hingga memasuki pekan kedelapan konflik, lalu lintas tanker di kawasan tersebut masih sangat terbatas.

Baik Amerika Serikat maupun Iran juga dilaporkan saling menyita kapal komersial dalam upaya menegakkan blokade masing-masing, meskipun tengah berlangsung gencatan senjata yang rapuh di kawasan tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz

Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

INTERNASIONAL
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

EKONOMI
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon