Bahlil Uji Coba CNG untuk Gantikan LPG 3 Kg, Ini Alasannya
Rabu, 6 Mei 2026 | 15:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah tengah mengkaji penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram yang selama ini banyak digunakan masyarakat.
Bahlil menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus menekan beban subsidi negara. Saat ini, penggunaan CNG dalam kemasan setara 3 kilogram masih berada pada tahap pengujian, terutama terkait aspek keamanan dan desain tabung.
“CNG ini untuk 3 kilogram, masih kita melakukan exercise dan uji coba terhadap tabungnya. CNG ini diharapkan menjadi salah satu alternatif substitusi impor LPG kita yang besar,” ujar Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG masih cukup tinggi, yakni sekitar 8,6 juta ton per tahun. Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap keuangan negara karena besarnya beban subsidi.
Menurut Bahlil, diperlukan terobosan untuk memanfaatkan sumber daya energi domestik agar dapat mengurangi impor. Salah satu opsi yang sedang dikembangkan adalah konversi bahan baku energi dalam negeri untuk menggantikan LPG.
Namun demikian, implementasi CNG dalam kemasan kecil untuk kebutuhan rumah tangga masih membutuhkan waktu. Pemerintah saat ini masih melakukan uji coba, termasuk pada aspek teknis tabung. “Nanti tunggu uji coba tabung 3 kilogramnya,” kata Bahlil.
Ia menjelaskan, penggunaan CNG sebenarnya sudah berjalan di sektor komersial dengan kapasitas tabung lebih besar, seperti 12 kilogram hingga 20 kilogram. Namun, tantangan utama saat ini adalah menghadirkan versi yang lebih praktis untuk kebutuhan rumah tangga.
“Tapi masyarakat kan tidak mungkin menggunakan yang berat-berat seperti 20 kilogram. Ini yang sedang kita godok, dan sudah kita kerjakan sejak setahun lalu,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




