Perjanjian Damai AS-Iran, Pemerintah Cermati Penurunan Harga Pertamax
Kamis, 18 Juni 2026 | 22:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto angkat bicara mengenai peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi atau Pertamax seiring tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dia menyebut pemerintah masih mencermati peluang penyesuaian harga Pertamax.
"Ya barangnya sampai di mana kan kita lihat," kata Menko Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Menurut Menko Airlangga Hartarto, kembali terbukanya Selat Hormuz pasca tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran akan berpengaruh terhadap penyesuaian harga minyak dunia.
Meski demikian, ia menilai penyesuaian harga minyak dunia masih akan bergantung pada implementasi dari kesepakatan perdamaian tersebut.
"Ini kan tidak otomatis (harga minyak dunia turun), kita lihat juga implementasi daripada perjanjian perdamaian," ucap Menko Airlangga Hartarto.
Harga minyak dunia kembali melemah tajam pada perdagangan Kamis (18/6/2026) dan menyentuh level terendah sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Penurunan harga ini terjadi seusai AS dan Iran menandatangani kesepakatan sementara yang membuka jalan menuju berakhirnya konflik, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyak Iran.
Sentimen tersebut memperbaiki prospek pasokan energi global dan mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dunia.
Pada Kamis pukul 15.11 WIB, harga minyak Brent turun US$ 1,59 atau sekitar 2% menjadi US$ 77,96 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot US$ 1,83 atau 2,38% ke level US$ 74,96 per barel.
Harga Brent kini berada di titik terendah sejak 2 Maret 2026, hari pertama perdagangan setelah serangan awal AS dan Israel terhadap Iran, sedangkan WTI menyentuh level terendah sejak 4 Maret 2026.
Adapun sebelumnya PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax atau RON 92 dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026).
Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Selain itu, harga Pertamax Turbo juga mengalami lonjakan signifikan dari Rp 12.750 menjadi Rp 20.750 per liter.
Pertamina perlu melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi berdasarkan dinamika geopolitik global dan harga minyak di pasar internasional, sembari tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.
Dengan tercapainya kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran serta kembali dibukanya Selat Hormuz, publik Tanah Air kini menantikan dampaknya terhadap harga BBM nonsubsidi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




