Lonjakan Saham SpaceX Selamatkan Bitcoin
Jumat, 19 Juni 2026 | 18:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Penguatan saham SpaceX pada penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan rebound harga Bitcoin dalam sepekan terakhir dinilai kembali membuka perhatian investor terhadap aset-aset global berorientasi pertumbuhan (growth assets).
Tren tersebut juga mendorong meningkatnya minat terhadap instrumen investasi berbasis tokenisasi aset (real world assets/RWA) yang memungkinkan investor ritel memperoleh eksposur terhadap aset global dengan modal lebih terjangkau.
SpaceX resmi melantai di bursa pada 12 Juni 2026 melalui IPO di Nasdaq dengan kode saham SPCX. Dalam debut perdagangannya, saham perusahaan antariksa milik Elon Musk itu ditawarkan di harga US$ 135 per saham dan langsung mencatatkan kenaikan sekitar 19% pada hari pertama perdagangan.
Sejak pencatatan perdananya, saham SpaceX bergerak cukup volatil. Dalam beberapa sesi awal perdagangan, saham sempat melanjutkan reli hingga lebih dari 30% di atas harga IPO sebelum terkoreksi akibat aksi ambil untung investor. Meski demikian, valuasi perusahaan masih bertahan di atas US$ 2 triliun, menjadikannya salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.
Dari sisi lain, Bitcoin (BTC) tercatat rebound sekitar 7,38% dalam sepekan dan sempat menyentuh level US$ 65.766 berdasarkan data CoinMarketCap per 17 Juni 2026.
Kondisi tersebut terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik global setelah tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen ini mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi.
Direktur Bisnis Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan penguatan SpaceX pasca-IPO dan Bitcoin secara bersamaan menunjukkan meningkatnya minat pasar terhadap aset pertumbuhan, terutama di tengah kebutuhan diversifikasi portofolio global.
Menurut dia, tokenisasi aset menjadi inovasi yang membuka akses lebih luas bagi investor terhadap instrumen investasi global yang sebelumnya sulit dijangkau.
“Melalui proses tokenisasi, berbagai aset yang sebelumnya sulit diakses investor dapat dimiliki secara lebih mudah dan efisien. Investor dapat memperoleh eksposur terhadap aset bernilai nyata dengan fleksibilitas transaksi yang ditawarkan teknologi blockchain,” ujar Ryan dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).
Ryan menjelaskan, tokenisasi aset berpotensi menjadi salah satu pendorong utama transformasi industri investasi ke depan. Karena itu, perusahaan terus menambah pilihan aset global yang dapat diakses investor domestik melalui platform perdagangan aset kripto.
Salah satunya melalui SpaceX xStock (SPCXX), aset tokenisasi yang memberikan eksposur terhadap kinerja SpaceX sebagai perusahaan publik. Produk ini melengkapi berbagai instrumen investasi global yang tersedia bagi investor ritel Indonesia.
Selain itu, Bittime juga meluncurkan program Bittime Mining Points: League of Traders yang memungkinkan pengguna memperoleh poin dari aktivitas perdagangan dan referral berbagai aset di platform, termasuk Bitcoin (BTC), token emas (Tether Gold/XAUT), stablecoin USDT, hingga SpaceX xStock (SPCXX).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




