TPKS Operasikan Peralatan Bongkar Muat Canggih
Selasa, 1 Desember 2015 | 19:00 WIB
Semarang – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III tampaknya sangat serius menjadikan Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang) sebagai gerbang perekonomian utama di Jawa Tengah. Selain memperkuat Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) dengan tujuh ship to shore/STS crane yang dua di antaranya baru tiba awal pekan ini, Pelindo III telah mendatangkan peralatan bongkar muat canggih lain, yakni 11 unit automatic rubber tyred gantry (A-RTG).
"Pengoperasian A-RTG ini akan menjadikan TPKS sebagai salah satu terminal peti kemas di dunia yang paling awal mengoperasikan teknologi canggih dari Finlandia tersebut," kata General Manager Pelindo III TPKS Erry Akbar Panggabean dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/12).
Menurut Erry, BUMN kepelabuhanan ini terus menambah peralatan bongkar muat di beberapa pelabuhan yang dikelolanya. Dua unit STS crane yang baru telah tiba di Terminal Peti Kemas Semarang, Pelabuhan Tanjung Emas, Jawa Tengah, Senin (30/11). STS crane atau yang biasa disebut container crane tersebut akan memperkuat kinerja handling di terminal bongkar muat peti kemas satu-satunya di Provinsi Jawa Tengah tersebut.
Erry mengungkapkan, dua unit STS crane yang telah didatangkan ini mempunyai beberapa kelebihan dibanding crane yang sudah ada. "Kelebihannya mulai dari kapasitas angkat yang mencapai maksimal 40 ton, kinerja bongkar muat mencapai 35 boks per crane per jam, dan berteknologi ramah lingkungan karena menggunakan tenaga listrik," jelas dia.
Nilai investasi yang telah dikeluarkan Pelindo III untuk dua unit STS crane tersebut mencapai US$ 12,5 juta. Erry mengungkapkan, kedatangan dua unit crane tersebut merupakan salah satu bentuk investasi yang dilakukan Pelindo III untuk meningkatkan layanan ekspor impor. Hal itu dinilai dapat mengakomodasi pertumbuhan industri dan perdagangan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sebelumnya Pelindo III untuk TPKS juga telah menyelesaikan penambahan dermaga sepanjang 495 meter menjadi 600 meter. Selain itu, perusahaan pelat merah itu melakukan penambahan lapangan penumpukan peti kemas (container yard) baru seluas 5,3 hektare.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto mengatakan, Pelindo III sepanjang semester II-2015 telah mendatangkan peralatan bongkar muat baru berupa delapan unit crane dalam berbagai jenis. Selain mendatangkan dua unit STS crane di TPKS, Pelindo III juga telah mengoperasikan dua unit STS crane baru di Terminal Nilam, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur. Kemudian empat unit STS crane baru juga memperkuat Terminal Peti Kemas Banjarmasin (TPKB) di Pelabuhan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selain itu Terminal Teluk Lamong yang baru beroperasi tahun ini juga sudah dilengkapi dengan dua unit grab ship unloader (GSU) untuk meningkatkan produksi menyusul makin banyaknya kapal internasional yang sandar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




