ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI: Inflasi Tahun Ini Masih Akan di Kisaran 3-5%

Senin, 4 Januari 2016 | 16:58 WIB
A
FB
Penulis: Agustiyanti | Editor: FMB
Ilustrasi inflasi
Ilustrasi inflasi (Istimewa)

Jakarta -- Bank Indonesia memperkirakan inflasi pada tahun ini tetap pada kisaran 3-5 persen. Adapun inflasi keseluruhan tahun 2015 sebesar 3,35 persen juga dinilai sesuai dengan kisaran sasaran inflasi BI.

Direktur Eksekutif BI Tirta Segara menuturkan inflasi IHK bulan Desember 2015 tercatat sebesar 0,96 persen (mtm), meningkat dari bulan lalu, terutama disumbang oleh komponen volatile food dan administered prices, sementara inflasi inti tercatat relatif rendah. Dengan demikian, inflasi IHK secara keseluruhan tahun 2015 mencapai 3,35 persen (yoy) dan berada dalam kisaran sasaran inflasi Bank Indonesia, yaitu sebesar 3-5 persen (yoy).

"Ke depan, inflasi diperkirakan akan berada pada sasaran inflasi 2016, yaitu 4±1 persen," ujar Tirta dalam siaran pers yang diperoleh, Senin (4/1).

Bank Indonesia pun menurut dia, akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah terkait kebijakan dalam mengendalikan inflasi, terutama terkait dengan kemungkinan penyesuaian administered prices dan mewaspadai tekanan inflasi volatile food.

ADVERTISEMENT

Adapun pada bulan Desember 2015, inflasi pada kelompok volatile food mencapai 3,53 persen (mtm), terutama bersumber dari kenaikan harga pada komoditas cabai merah, bawang merah dan daging ayam. Untuk keseluruhan tahun, inflasi volatile food mencapai 4,84 persen (yoy), cukup rendah di tengah terjadinya gejala El Nino. Hal ini menurut Tirta seiring dengan terjaganya kecukupan pasokan bahan pangan, yang didukung oleh semakin kuatnya koordinasi Pemerintah dan Bank Indonesia, antara lain melalui TPI dan TPID, dalam mendorong peningkatan produksi dan memperbaiki distribusi serta meminimalkan berbagai distorsi harga bahan pangan.

Inflasi administered prices pada bulan Desember 2015 tercatat sebesar 0,86 persen (mtm), terutama didorong oleh penyesuaian tarif listrik, dan kenaikan tarif angkutan udara sejalan dengan musim liburan. Untuk keseluruhan tahun, kelompok administered prices mencatat inflasi yang rendah, yakni 0,39 persen (yoy). Hal ini ditopang oleh menurunnya harga energi dunia di tengah reformasi subsidi berupa penyesuaian harga BBM dan LPG 12kg, serta penyesuaian tarif listrik.

Sementara itu, inflasi inti tergolong rendah, baik secara bulanan, yaitu 0,23 persen (mtm), maupun tahunan, yaitu 3,95 persen (yoy). Rendahnya inflasi inti tersebut didorong oleh ekspektasi inflasi yang terjaga. Hal tersebut tidak terlepas dari peran kebijakan Bank Indonesia dalam mengelola permintaan domestik, menjaga stabilitas nilai tukar, dan mengarahkan ekspektasi inflasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

EKONOMI
BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

EKONOMI
Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
Rupiah Rontok ke Rp 17.528 Per Dolar AS, Purbaya Siap Dipanggil DPR RI

Rupiah Rontok ke Rp 17.528 Per Dolar AS, Purbaya Siap Dipanggil DPR RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon